Jatim Aktual, Tulungagung – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung di Jalan A. Yani III/13A, Minggu (8/2/2026).
Menginjak usia ke-18 tahun, partai berlambang kepala garuda ini menggelar tasyakuran sebagai momentum refleksi sekaligus konsolidasi besar-besaran, menyongsong babak baru sebagai partai penguasa.
Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen kekuatan partai: mulai dari jajaran pengurus DPC, anggota fraksi, pengurus PAC dan ranting, organisasi sayap, hingga energi muda dari Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepedulian di Tengah Perayaan
Peringatan HUT ke-18 ini tidak sekadar seremoni. Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Gerindra menggema, acara dibuka dengan aksi nyata berupa pemberian santunan kepada 20 anak yatim. Hal ini menjadi simbol bahwa di usia yang makin matang, Gerindra tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Energi Baru dan Barisan Muda
Dalam sambutannya, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, ST., menyoroti bergabungnya kader-kader muda TIDAR sebagai amunisi segar bagi partai.
“Hadirnya TIDAR adalah garda muda yang akan memperkuat barisan pejuang partai dalam mengawal seluruh program strategis ke depan,” tegas Sumarsono.
Ketua DPC Gerindra Tulungagung sekaligus Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberikan arahan yang membakar semangat para kader. Ia menegaskan bahwa status sebagai “partai penguasa” bukanlah alasan untuk bersantai, melainkan alarm untuk bekerja lebih masif di akar rumput.
Ada tiga poin krusial yang menjadi peta jalan Gerindra Tulungagung ke depan:
1. Aksi Nyata
Kader wajib hadir sebagai solusi nyata di tengah persoalan masyarakat, bukan sekadar simbol politik.
2. Visi Nasional
Menanamkan komitmen total untuk menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga dua periode pada Pilpres 2029.
3. Dominasi Lokal
Menargetkan penambahan kursi di DPRD Tulungagung guna memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada rakyat.
“Sebagai partai penguasa, tanggung jawab kita bukan semakin ringan, melainkan semakin besar. Kita harus menjadi telinga dan tangan bagi rakyat Tulungagung,” ujar Baharudin dengan nada optimis.
Simbol Syukur dan Kesiapan Berjuang
Sebagai puncak acara, doa bersama dipanjatkan diikuti dengan prosesi pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng tersebut bukan sekadar simbol rasa syukur atas usia 18 tahun, melainkan tanda kesiapan seluruh kader Gerindra Tulungagung untuk terus berjuang di garis depan demi kepentingan rakyat.











