Program BSPS Instrumen Strategis Pemerintah Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Papua

Avatar

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatimaktual.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan instrumen strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Papua, Kamis (5/2/2026).

Menteri PKP menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah menargetkan pelaksanaan program BSPS sebanyak 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia, sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pada tahun ini, pemerintah menargetkan program BSPS sebanyak 400 ribu unit rumah. Seluruh kabupaten dan kota pasti mendapatkan BSPS. Tidak perlu lobi dan tidak perlu bayar. Ini perubahan yang besar dan harus dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas Menteri Ara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Dear Jatim Mengecam Keras Pihak Keamanan Mind ID yang Diduga Mengintimidasi Aktivis KAMI

Penyaluran BSPS tersebut diprioritaskan bagi daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi, sebagai wujud keadilan dan pemerataan pembangunan. Penetapan daerah prioritas, lanjut Maruarar, didasarkan pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Berdasarkan data BPS, dari 20 kabupaten/kota dengan persentase kemiskinan tertinggi di Indonesia, 19 di antaranya berada di wilayah Papua. Data ini menjadi dasar kebijakan kami dalam menentukan prioritas penyaluran BSPS agar benar-benar menyentuh daerah yang paling membutuhkan,” ujar Menteri Ara.

BACA JUGA :  Hate Comment terhadap Perempuan Penggemar K-Pop: Sebuah Kajian Feminisme

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menetapkan 20 daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi sebagai prioritas penerima BSPS, dengan alokasi minimal 300 unit BSPS untuk setiap daerah.

“Dua puluh daerah paling miskin ini minimal harus mendapatkan 300 bantuan BSPS. Harus ada langkah nyata, bukan langkah biasa,” kata Menteri Ara.

Selain BSPS, Kementerian PKP juga menargetkan penataan kawasan kumuh di 15 lokasi pada tahun ini, dengan tiga lokasi berada di wilayah Papua, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA :  Syafrudin Budiman dan Ulfa Bone Pimpin Syukuran Kemenangan Aliansi Relawan Prabowo Gibran 

Menutup pernyataannya, Menteri Ara menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan seluruh program perumahan dan kawasan permukiman, serta mengingatkan agar tidak terjadi praktik korupsi dalam bentuk apa pun. Ia menekankan bahwa keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil sangat jelas dan konsisten, dan harus diwujudkan melalui program yang tepat sasaran serta berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akik : Ekonomi Hati Gembira Walau Sedikit Uang
Bamsoet : ARDIN Indonesia Akan Luncurkan ARDINDO Apps Guna Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai
Uji Sidang Proposal Disertasi Doktor Hukum, Bamsoet Ingatkan Indonesia Tak Miliki ‘Pintu Darurat’ Pasca Amandemen ke-4 Jika Terjadi Dispute Kontitusi
BTN Expo 2026 Ditutup dengan Sukses, SecureLock Soroti Solusi Digital untuk Keamanan dan Kepatuhan
Mencari “Jenderal” Baru di Lantai Bursa
Gejolak Pasar Saham, Bamsoet Dorong Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Dipercepat
Catatan Politik Bamsoet : Dari Komitmen Investasi Asing, Presiden Buka Peluang Ciptakan Lapangan Kerja

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:39

Akik : Ekonomi Hati Gembira Walau Sedikit Uang

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:11

Program BSPS Instrumen Strategis Pemerintah Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Papua

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:54

Bamsoet : ARDIN Indonesia Akan Luncurkan ARDINDO Apps Guna Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Senin, 2 Februari 2026 - 14:27

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:45

Uji Sidang Proposal Disertasi Doktor Hukum, Bamsoet Ingatkan Indonesia Tak Miliki ‘Pintu Darurat’ Pasca Amandemen ke-4 Jika Terjadi Dispute Kontitusi

Berita Terbaru

Nasional

Akik : Ekonomi Hati Gembira Walau Sedikit Uang

Jumat, 6 Feb 2026 - 08:39