Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Ketum PP JMB: yang Terpenting Esensi Idul Fitri Mempererat Silaturahmi

Avatar

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Jakarta – Perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kembali terjadi di Indonesia. Sejumlah organisasi Islam menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal yang berbeda, seiring dengan penggunaan metode penentuan awal bulan hijriah yang beragam. Meski demikian, perbedaan ini dinilai sebagai sesuatu yang wajar dan tetap dibenarkan dalam ajaran Islam.

Ketua Umum Pengurus Pusat Jaringan Mahasantri Berkemajuan (PP JMB), Mohammad Hafidz Kudsi, menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan di tengah umat Islam.

BACA JUGA :  Mahasiswa PGMI Gelar Pertandingan Futsal Malam di Gladiator Futsal Kademangan, Bangun Solidaritas Lewat Olahraga

“Perbedaan penetapan 1 Syawal adalah konsekuensi dari perbedaan metode yang digunakan. Baik rukyat maupun hisab, keduanya memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam,” ujar Hafidz dalam keterangannya pada Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal bulan Hijriah melalui sidang isbat yang mengombinasikan metode rukyat dan hisab. Sementara itu, Nahdlatul Ulama cenderung menggunakan rukyat atau pengamatan hilal secara langsung, dan Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Ngrendeng Salurkan BLT-DD,Kepada 17 KPM

Menurut Hafidz, perbedaan metode tersebut merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang telah berkembang sejak lama, terutama dalam bidang astronomi. Ia menilai bahwa perbedaan hasil penetapan hari raya adalah bentuk ijtihad yang sah dan tidak perlu dipertentangkan.

“Kita harus memandang ini sebagai rahmat. Selama masing-masing memiliki landasan dalil dan metodologi yang jelas, maka semuanya berada dalam koridor yang dibenarkan,” lanjutnya.

Hafidz juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan umat di tengah perbedaan tersebut. Ia menekankan bahwa esensi Idul Fitri adalah momentum mempererat silaturahmi, bukan memperuncing perbedaan.

BACA JUGA :  MHK: Mudik 2026 Hanya Menjaga Tradisi di Tengah Kebahagiaan yang Memudar

“Jangan sampai perbedaan teknis ini justru merusak ukhuwah Islamiyah. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kebersamaan, saling menghargai, dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan,” tutupnya.

Dengan demikian, perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah diharapkan dapat disikapi secara dewasa sebagai bagian dari dinamika umat Islam yang tetap berada dalam bingkai persatuan.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angin Kencang di Tamankrocok Bondowoso, Dahan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Rajutan Kasih di Bendiljati Wetan : Reuni Akbar Keluarga Besar Abdul Ghani 2026
Taufik Jurnalis Tabir Lentera Nusantara Berduka Cita, Ayahanda Kholil Tutup Usia
Kebakaran Rumah di Maesan Bondowoso, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
DPP Mahasantri Gelar Santunan untuk Yatim dan Dhuafa, Wujud Kepedulian Sosial
FORMULASI Gelar Buka Puasa Bersama, Tegaskan Peran Pemuda Merawat Adat di Tengah Perkembangan Zaman
Gelar FGD Pemuda, Mahasiswa, dan Masyarakat Sumsel Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
PP JMB Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus dan Apresiasi Terhadap Kapolri Telah Bentuk Posko Pengaduan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:39

Angin Kencang di Tamankrocok Bondowoso, Dahan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:41

Rajutan Kasih di Bendiljati Wetan : Reuni Akbar Keluarga Besar Abdul Ghani 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:33

Taufik Jurnalis Tabir Lentera Nusantara Berduka Cita, Ayahanda Kholil Tutup Usia

Senin, 23 Maret 2026 - 22:54

Kebakaran Rumah di Maesan Bondowoso, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:51

DPP Mahasantri Gelar Santunan untuk Yatim dan Dhuafa, Wujud Kepedulian Sosial

Berita Terbaru