Jatim Aktual, Lebak – Forum Pemuda Adat Asal Kasepuhan Cibarani (FORMULASI) menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Selasa, 18 Maret 2026 (Ramadhan 1447 Hijriah) dengan mengusung tema “Ngobrol Santai Merawat Adat, Merangkul Zaman.” Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang refleksi bagi para pemuda-pemudi adat Kasepuhan Cibarani untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai tradisi di tengah perkembangan zaman.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua FORMULASI, Wahyudin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan adat dan budaya Kasepuhan Cibarani.
“Pemuda adat memiliki tanggung jawab moral untuk merawat warisan leluhur. Namun di saat yang sama, kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujar Wahyudin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan dan diskusi santai bertema “Ngobrol Santai Merawat Adat, Merangkul Zaman” yang disampaikan oleh Ketua Adat Kasepuhan Cibarani, Olot Suarta. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa adat bukan sekadar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Adat itu bukan hanya warisan, tetapi nilai hidup yang menjadi pedoman kita dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial,” kata Olot Suarta.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penghubung antara nilai adat dan perkembangan modern.
“Pemuda harus menjadi jembatan, agar adat tetap hidup dan relevan di tengah arus modernitas,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjelang waktu berbuka puasa, Olot Suarta memimpin pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar kebersamaan dan semangat menjaga adat terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami berharap kebersamaan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dalam upaya menjaga dan merawat adat kita,” ucapnya.
Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif yang dipandu oleh Didin Saepudin. Sesi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk berdialog, bertukar gagasan, serta menyampaikan pandangan mengenai peran pemuda adat dalam merawat tradisi sekaligus menghadapi tantangan zaman.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membuka ruang diskusi, agar pemuda adat tidak hanya menjadi pelaku tradisi, tetapi juga menjadi pemikir dan penggerak perubahan,” ujar Didin.
Melalui kegiatan ini, FORMULASI berharap dapat memperkuat solidaritas antar pemuda adat serta menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa merawat adat merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan keberlanjutan budaya Kasepuhan Cibarani, baik di masa kini maupun di masa depan.
“Merawat adat adalah bagian dari menjaga siapa kita, dan itu adalah tanggung jawab bersama,” tutup Wahyudin.











