Gelar FGD Pemuda, Mahasiswa, dan Masyarakat Sumsel Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Avatar

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Palembang, 17 Maret 2026 — Sejumlah elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Sumatera Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Mengapa Harus Andrie Yunus?” di Gunz Cafe Palembang, Senin (17/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi, di antaranya PMII, IPNU, LMND, GMNI, GMKI, IMM, PMKRI, Pemuda Muslimin, BEM Nusantara, BEM Sumatera Selatan, FORSUMA Sumsel, BEM UIN, BEM UIBA, BEM Tamsis, BEM Polprama, BEM FH UMP, serta elemen pemuda dan mahasiswa lainnya.

Forum diskusi tersebut menghasilkan manifesto bersama yang memuat tiga poin utama, yakni:
1. Mengecam keras aksi brutal penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus.
2. Mendesak POLRI untuk segera menetapkan tersangka dan mengungkap motif di balik penyiraman terhadap Andrie Yunus.
3. Menegaskan bahwa apabila dalam kurun waktu 7×24 jam tidak ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus ini, maka elemen yang tergabung akan menggalang konsolidasi yang lebih besar dan menggelar aksi massa dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  Kejati Sumsel Diminta Tidak Tebang Pilih, Harda Belly: Dugaan Korupsi Tahun Jamak Ogan Ilir Wajib Diusut

Eko Wahyudi, selaku inisiator kegiatan, menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan ancaman serius terhadap demokrasi. “Kejadian ini merupakan pembungkaman praktik demokrasi di Indonesia. Kita tidak ingin ada Andrie-Andrie yang lain ke depan,” tegasnya. Ia juga menyayangkan sikap POLRI yang dinilai lamban dalam mengusut kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Ilham, Koordinator BEM Nusantara Sumsel, dalam forum menyampaikan analisa atas pertanyaan “Mengapa harus Andrie Yunus?”. Ia menilai bahwa Andrie Yunus merupakan sosok aktivis pegiat HAM sekaligus advokat YLBHI yang selama ini aktif mengkritisi isu remiliterisme, RUU TNI, serta fokus pada agenda judicial review. Bahkan, sebelum insiden penyiraman air keras terjadi, Andrie Yunus diketahui tengah menyusun gugatan uji materiil UU TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA JUGA :  Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Safari Ramadhan Saat Rakyatnya Kebanjiran, Koord ASJ: Pemimpin yang Tak Punya Hati Nurani

Dalam forum yang sama, Andrian, selaku Koordinator BEM Sumatera Selatan (SS), juga menyesalkan maraknya intimidasi terhadap ruang demokrasi. Menurutnya, pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi oleh aparat negara merupakan bentuk penodaan terhadap UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Ia pun menegaskan kesiapan seluruh elemen untuk membangun konsolidasi bersama menuju aksi yang lebih besar dalam mengawal kasus ini.

Selanjutnya Wahidin, Ketua LMND Kota Palembang, yang bertindak sebagai pemandu diskusi sekaligus notulen kegiatan, menegaskan sikap perlawanan forum terhadap segala bentuk intimidasi terhadap gerakan rakyat. “Ketika satu pembahasan remiliterisasi dipersekusi, maka 1000 diskusi jalanan akan beraksi. Jika suara demokrasi dikorupsi, maka suara perlawanan memberi sanksi. Dan apabila POLRI tidak mampu mengusut tuntas kasus Andrie, maka jelas institusi ini perlu direformasi,” tegasnya.

BACA JUGA :  PP JMB Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus dan Apresiasi Terhadap Kapolri Telah Bentuk Posko Pengaduan

FGD ini menjadi penegasan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan semata tindak kriminal biasa, melainkan telah dibaca sebagai ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi, perjuangan HAM, dan iklim demokrasi di Indonesia. Elemen pemuda dan mahasiswa Sumatera Selatan menyatakan siap terus mengawal kasus ini hingga pelaku ditangkap dan motifnya dibongkar secara terang-benderang.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angin Kencang di Tamankrocok Bondowoso, Dahan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Rajutan Kasih di Bendiljati Wetan : Reuni Akbar Keluarga Besar Abdul Ghani 2026
Taufik Jurnalis Tabir Lentera Nusantara Berduka Cita, Ayahanda Kholil Tutup Usia
Kebakaran Rumah di Maesan Bondowoso, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
DPP Mahasantri Gelar Santunan untuk Yatim dan Dhuafa, Wujud Kepedulian Sosial
Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Ketum PP JMB: yang Terpenting Esensi Idul Fitri Mempererat Silaturahmi
FORMULASI Gelar Buka Puasa Bersama, Tegaskan Peran Pemuda Merawat Adat di Tengah Perkembangan Zaman
PP JMB Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus dan Apresiasi Terhadap Kapolri Telah Bentuk Posko Pengaduan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:39

Angin Kencang di Tamankrocok Bondowoso, Dahan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:41

Rajutan Kasih di Bendiljati Wetan : Reuni Akbar Keluarga Besar Abdul Ghani 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:33

Taufik Jurnalis Tabir Lentera Nusantara Berduka Cita, Ayahanda Kholil Tutup Usia

Senin, 23 Maret 2026 - 22:54

Kebakaran Rumah di Maesan Bondowoso, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:51

DPP Mahasantri Gelar Santunan untuk Yatim dan Dhuafa, Wujud Kepedulian Sosial

Berita Terbaru