Serunya Pelatihan Pembuatan Batik Shibori di Desa Tulungrejo Oleh Tim Dosen UMM

Sohebullah

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BATU- Kegiatan pengabdian masyarakat bertema Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Batik Shibori sukses digelar di aula Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan aplikatif.

Tim pengabdian yang terlibat terdiri atas Dra. Siti Zaenab, M.Kes., Dra. Sri Wahyuni, M.Kes., Muhammad Rifky Ardiansyah, dan Mochamad Iffan. Kehadiran tim dari Pendidikan Biologi FKIP UMM ini menunjukkan bahwa disiplin ilmu biologi tidak hanya berorientasi pada teori dan laboratorium, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis pewarnaan dan teknik tekstil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi tim dari FKIP UMM. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memilih Desa Tulungrejo sebagai mitra pengabdian. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya.

Suliyono juga menegaskan bahwa pemerintah desa membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama lanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk berinovasi dan mengembangkan usaha mandiri.

BACA JUGA :  Perkuat Kaderisasi, PC PMII Bondowoso Lakukan Turba ke PK PMII STIS Darul Falah

Pelatihan ini awalnya mengundang 18 peserta, namun antusiasme warga ternyata melampaui ekspektasi. Sebanyak 23 orang hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Tulungrejo memiliki minat besar terhadap pengembangan keterampilan baru, khususnya di bidang kerajinan tekstil.

Dra. Siti Zaenab dalam sesi materi menjelaskan bahwa teknik Shibori merupakan metode pewarnaan kain dengan cara melipat, mengikat, atau menjepit kain sebelum proses pencelupan warna. Ia menuturkan bahwa teknik ini relatif sederhana, tetapi mampu menghasilkan motif yang artistik dan bernilai jual tinggi. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan keterampilan yang mudah dipraktikkan dan berpotensi menjadi peluang usaha rumahan,” jelasnya.

Sementara itu, Dra. Sri Wahyuni menambahkan bahwa pendekatan pelatihan dirancang partisipatif dan praktik langsung. Ia menyampaikan bahwa setiap peserta didorong untuk mengeksplorasi pola lipatan dan teknik ikatan agar menghasilkan motif yang unik. Secara tidak langsung ia menekankan bahwa kreativitas menjadi kunci utama dalam pengembangan produk Shibori.

Selama kegiatan berlangsung, suasana aula desa tampak hidup dengan aktivitas melipat kain, mengikat menggunakan karet atau tali, hingga proses pencelupan warna. Tim dari Pendidikan Biologi FKIP UMM secara intensif mendampingi peserta dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga proses finishing.

BACA JUGA :  Rorena Polda Banten Dampingi Biro Lembaga dan Tata Laksana Srena Polri Laksanakan Studi Kelayakan

Hasilnya cukup menggembirakan. Dari 23 peserta yang hadir, dihasilkan 23 produk batik Shibori dengan motif beragam. Setiap karya memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari pola lingkaran simetris hingga motif abstrak yang artistik. Keberagaman ini menunjukkan bahwa meskipun menggunakan teknik dasar yang sama, setiap individu mampu menampilkan kreativitas yang berbeda.

Muhammad Rifky Ardiansyah menyampaikan bahwa kualitas produk tahap awal ini sudah cukup baik dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa dengan latihan berkelanjutan serta peningkatan pada aspek pengemasan dan pemasaran, produk Shibori dari Tulungrejo bisa memiliki daya saing di pasar lokal maupun wisata Kota Batu.

Mochamad Iffan turut memberikan motivasi kepada peserta agar tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Ia menyampaikan secara langsung bahwa konsistensi dan inovasi menjadi faktor penting dalam membangun usaha kreatif. “Kalau terus dilatih dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Desa Tulungrejo memiliki produk Shibori unggulan yang dikenal luas,” ujarnya.

BACA JUGA :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Sudah Tersedia Layanan Pemeriksaan Sistem SNAB

Antusiasme peserta terlihat jelas hingga akhir kegiatan. Beberapa di antaranya bahkan secara langsung meminta agar pelatihan serupa kembali diadakan dengan teknik berbeda, baik variasi Shibori maupun teknik pewarnaan lainnya. Permintaan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kegiatan ini memberikan dampak nyata dan membangkitkan semangat belajar masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian dari Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang menyatakan komitmennya untuk melaksanakan pendampingan berkelanjutan. Rencana selanjutnya akan dilakukan melalui skema daring maupun luring. Pendampingan daring akan memanfaatkan media komunikasi digital untuk konsultasi dan monitoring perkembangan produk, sementara pendampingan luring akan dilakukan melalui kunjungan berkala ke desa.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan 23 produk Shibori, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Keterlibatan aktif tim Pendidikan Biologi FKIP UMM membuktikan bahwa pengabdian masyarakat menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam membangun kemandirian desa.

Dengan sinergi yang terbangun antara pemerintah desa dan perguruan tinggi, diharapkan Desa Tulungrejo mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatifnya secara berkelanjutan. Batik Shibori bukan sekadar produk kain bermotif, melainkan simbol kreativitas, kolaborasi, dan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Chan

Editor : Red

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bamsoet Dorong Perubahan Regulasi Bagi Pengemudi Tranportasi Online
Dua Pelajar SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Raih Beasiswa Prestasi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Revitalisasi Sarana Pendidikan Jatim: 51 Sekolah Diresmikan Gubernur Khofifah
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Ingatkan Fenomena “No Viral No Justice” Peringatan Keras Bagi Sistem Hukum Nasional
SMP Muda Inovasi Malang Membumikan Risalah Islam Berkemajuan
Ketua BRN Tanggapi Pemangkasan Anggaran dan Penegasan Dana Pendidikan
Gemilang Ramadhan 2026, IPM Smamio diteguhkan sebagai agen perubahan berkemajuan
Gemilang Ramadan IPM SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik : Seru, Inspiratif, Berfaedah!

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:48

Uji Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bamsoet Dorong Perubahan Regulasi Bagi Pengemudi Tranportasi Online

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:53

Dua Pelajar SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Raih Beasiswa Prestasi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:25

Revitalisasi Sarana Pendidikan Jatim: 51 Sekolah Diresmikan Gubernur Khofifah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:44

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Ingatkan Fenomena “No Viral No Justice” Peringatan Keras Bagi Sistem Hukum Nasional

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:50

SMP Muda Inovasi Malang Membumikan Risalah Islam Berkemajuan

Berita Terbaru