Jatim Aktual, Gresik – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd,.M.M secara resmi menetapkan empat sekolah sebagai model implementasi Program Gresik Sekolah Resik (Progres RESIK). Program ini menghadirkan sekolah percontohan sebagai role model dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, asri, sehat, aman, dan nyaman.
Salah satu sekolah yang terpilih adalah SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, yang menerima piagam penunjukan sebagai bentuk komitmen menjadi etalase praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain. Piagam tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd, sebagai simbol kesiapan sekolah dalam mendukung gerakan kebersihan dan penataan lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dilaksanakan dalam seremoni penutupan LKS Dikmen 2026 di SMAN 1 Manyar pada Jumat (13/2). Dalam kesempatan itu, Eko Agus Suwandi S.Pd, M.M mengajak seluruh audiens untuk mulai mengurangi penggunaan botol minuman berbahan plastik. Sebagai bentuk dukungan nyata, panitia menyediakan tumbler bagi seluruh peserta sebagai alternatif ramah lingkungan.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kualitas lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. “Kalau sekolah bersih, siswa betah. Guru pun merasa nyaman dan kerasan. Inilah yang ingin kita wujudkan lewat Progres RESIK,” ujarnya penuh optimisme.
Menurutnya, Progres RESIK bukan sekadar program kebersihan, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar. Sekolah didorong menjadi pusat perubahan lingkungan yang menumbuhkan budaya peduli kebersihan, kesehatan, kedisiplinan, serta tanggung jawab bersama.
Menanggapi penunjukan tersebut, Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd, mendukung program Resik dan menegaskan bahwa budaya bersih dan tertib lingkungan sejatinya telah menjadi bagian dari karakter sekolah.
“Alhamdulillah, kami merasa terhormat dipercaya menjadi salah satu sekolah percontohan Progres RESIK. Ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi tentang membangun karakter siswa agar memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta kesehatan bersama. Kami akan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah dan orang tua untuk mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif. Bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk mendukung kelancaran program ini,” ungkapnya.
Melalui langkah konkret ini, Kabupaten Gresik menegaskan keseriusannya dalam membangun pendidikan holistik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berwawasan lingkungan. Progres RESIK menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana dengan menjaga kebersihan, menata lingkungan, memjaga kesehatan dan kenyamanan serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.
Penulis : Ulyatun Nikmah
Editor : Mohammad Dwanda Putra











