Jatim Aktual, Bondowoso — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai dirasakan dampak nyatanya oleh satuan pendidikan. Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hasan Kejawan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, program ini dinilai membawa pengaruh positif terhadap kesehatan siswa sekaligus meringankan beban uang saku dari orang tua.
Kepala MI Nurul Hasan, Muhammad Hasan, S.Pd.I mengatakan program MBG pertama kali tersalurkan di sekolahnya pada Oktober. Setelah sempat terhenti karena libur panjang, pendistribusian kembali berjalan sejak Januari 2025.
“Yang pertama awal adanya MBG ini bulan Oktober. Setelah libur panjang kemarin kita dari bulan Januari,” kata M. Hasan saat ditemui usai pendistribusian MBG, Rabu (14/1/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembagian MBG dilakukan secara terjadwal agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Setiap hari, makanan bergizi tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dan dibagikan kepada siswa saat jam istirahat.
“Tidak, kan ada jam waktunya, waktu istirahat,” ujarnya ketika ditanya soal potensi gangguan terhadap jam pelajaran.
Di MI Nurul Hasan Kejawan, sebanyak 93 porsi MBG dibagikan kepada siswa. Pembagian dilakukan pada pukul 09.20 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat sekolah, dengan sistem pendistribusian dari Senin hingga Sabtu.
Pendistribusian makanan bergizi tersebut disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grujugan Kidul, yang bertugas memastikan kualitas, ketepatan waktu, serta kelancaran distribusi makanan ke sekolah penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, program MBG juga mendapat pengawasan langsung dari aparat kewilayahan. Babinsa Grujugan Kidul, Serda Didit Yuhandoko, turut hadir dan melakukan pemantauan untuk memastikan pendistribusian berjalan tertib dan sesuai dengan S.O.P.
Dari sisi dampak terhadap siswa, Muhammad Hasan menilai program ini memberikan perubahan yang cukup signifikan, khususnya pada kesehatan dan semangat belajar anak-anak di kelas.
“Dengan adanya MBG alhamdulillah anak-anak sudah banyak yang terealisasi, terutama kesehatannya. Kesehatannya sudah terjaga dan juga kelas anak-anak tambah rajin,” tuturnya.
Ia menegaskan, secara umum program MBG mendapat respons positif dari lingkungan sekolah. Tidak ada keluhan berarti yang disampaikan siswa maupun guru sejak program tersebut berjalan.
Terkait pendistribusian makanan, pihak sekolah juga memastikan tidak ada kendala teknis selama pelaksanaan. Seluruh proses berjalan tertib, lancar, dan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Alhamdulillah untuk keluhan tidak ada,” ujarnya singkat.
Selain berdampak pada siswa, program MBG juga dirasakan manfaatnya oleh para orang tua. Keberadaan MBG dinilai mampu meringankan pengeluaran harian, terutama terkait uang saku anak.
“Perbandingannya sebelum ada MBG dan adanya program MBG, perbandingannya anak-anak kan terutama uang saku, itu kan dari orang tua. Kalau sudah adanya MBG, ya terbantu orang tuanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan maupun masukan negatif dari wali murid terkait pelaksanaan program MBG di MI Nurul Hasan Kejawan.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada. Belum ada,” katanya.
Dari sisi pendidikan, Muhammad Hasan meyakini MBG membawa nilai positif yang mendukung proses belajar siswa secara keseluruhan, baik dari aspek kesehatan, kedisiplinan, maupun konsentrasi belajar.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau siswa setiap hari, tidak hanya untuk mendukung kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan keringanan ekonomi bagi orang tua.
“Harapan ke depan itu ya kami anak-anak setiap hari yang dibantu, terutama makan bergizi, yang kedua terbantu keringanan kepada orang tua, terutama setiap hari uang saku dan lain-lain itu,” katanya.
M. Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan program MBG yang dinilainya sangat membantu dunia pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada terutama Bapak Presiden, Bapak Prabowo atas adanya program MBG ini yang mana sudah bisa membantu kepada seluruh siswa dan semua dewan guru demi kelancaran aktivitas belajar mengajar setiap hari,” pungkasnya.











