Ketum KSTI Bedah “Cacat Logika” Pandji Wicaksono Terkait Sebutan Presiden Terpilih

Avatar

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatimaktual.com, Yogyakarta – Kritik tajam terhadap gaya komunikasi publik komika Pandji Wicaksono kembali mencuat. Kali ini, Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI), Indria Febriansyah, membedah apa yang ia sebut sebagai “cacat logika” dalam pernyataan Pandji yang melabeli Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan sebutan “penculik”.

Dalam esai opini yang dipublikasikan di berbagai platform komunitas, termasuk Kompasiana dan situs resmi organisasi pada Sabtu (17/1/2026), Indria menekankan bahwa kebebasan berpendapat tidak seharusnya menanggalkan tanggung jawab atas akurasi sejarah dan hukum.

Tuduhan Tanpa Dasar Hukum

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indria berpendapat bahwa penggunaan diksi “penculik” oleh Pandji merupakan sebuah klaim serius yang seharusnya memiliki sandaran hukum yang inkrah sebelum dilempar ke ruang publik sebagai sebuah kebenaran mutlak.

BACA JUGA :  Dalam Politik Tidak ada yang Terjadi Secara Kebetulan

“Tuduhan tersebut dinilai sebagai klaim sepihak yang hanya mengandalkan retorika opini tanpa disertai kerangka hukum dan konteks historis yang jelas,” tulis Indria dalam opininya.

Ia menambahkan bahwa penyebutan tanpa sumber terverifikasi berpotensi menciptakan kesimpulan publik yang tidak proporsional dan bias.

Kritik di Tengah Kontroversi

Langkah Indria ini muncul di saat Pandji Wicaksono memang tengah menjadi sorotan luas. Sebagaimana diketahui, Pandji baru-baru ini dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pelanggaran hukum terkait materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea.

Indria menilai, keberanian berbicara di ruang publik harus dibarengi dengan kedalaman literasi. Tanpa penjelasan konteks zaman dan dasar hukum yang kuat, narasi yang dibangun oleh figur publik seperti Pandji hanya akan menjadi bola panas yang memperkeruh suasana sosial-politik.

Sikap Organisasi

BACA JUGA :  Salah Satu Cara Bupati Sumenep Dalam Menarik Minat Inverstor Melalui Sumenep Investment Summit

Melalui publikasi di laman ksti.web.id dan blog Pemuda Tamansiswa Indonesia, pihak KSTI menegaskan bahwa kritik ini adalah bentuk edukasi publik agar masyarakat lebih jeli dalam membedakan antara opini subjektif dan fakta hukum.

Hingga saat ini, belum ada putusan pengadilan yang melegitimasi tuduhan sebagaimana yang dilontarkan Pandji sebagai sebuah fakta hukum tetap.

BACA JUGA :  Panas-panas Tai Ayam Fenomena Purbaya Menteri Terbaik Prabowo, Alami Atau Rekayasa Sistematis?

Penegasan dari KSTI ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pembicara publik untuk tetap mengedepankan etika komunikasi dan data yang valid dalam menyampaikan kritik sosial.

Tentang KSTI: Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI) adalah organisasi yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan ala Tamansiswa, aktif dalam memberikan respons terhadap isu-isu sosial dan politik demi menjaga persatuan bangsa. (red)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teater Pemberantasan Korupsi : Mengapa Skor Korupsi Indonesia Mandek
Hadiri Wisuda Sarjana Universitas Indonesia, Bamsoet Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Mampu Lampaui Target
PB HMI Dorong Redesain Aturan Subsidi LPG 3 Kg, Tepat Sasaran dan Berbasis Digital
Analisis Sistem Politik Indonesia dan AS: Dalam Perspektif Teori Sistem Politik David Easton dan Struktur Fungsional Gabriel Almond
Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rois Aam KH Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH Zulfa Mustofa
Antara Kamu, Rempah dan Indonesia
Mengubur Mental Kolonial
Rekonstruksi Pemikiran Prabowo dan Tantangan Ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 17:32

Teater Pemberantasan Korupsi : Mengapa Skor Korupsi Indonesia Mandek

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:35

Hadiri Wisuda Sarjana Universitas Indonesia, Bamsoet Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Mampu Lampaui Target

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:21

PB HMI Dorong Redesain Aturan Subsidi LPG 3 Kg, Tepat Sasaran dan Berbasis Digital

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:59

Analisis Sistem Politik Indonesia dan AS: Dalam Perspektif Teori Sistem Politik David Easton dan Struktur Fungsional Gabriel Almond

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:03

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rois Aam KH Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH Zulfa Mustofa

Berita Terbaru