Jatim Aktual, Bondowoso — Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Bondowoso meneguhkan komitmen menjaga nilai kekeluargaan, etika, dan pengabdian kepada masyarakat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46. Kegiatan tersebut digelar di Aula Yonif 514/Sabbadha Yudha Bondowoso dengan mengusung tema “Melaju Menuju Sukses”.
Peringatan HUT ke-46 ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota IKSPI Kera Sakti Bondowoso, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bondowoso, pengurus cabang IKSPI dari Situbondo dan Jember, unsur TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya. Acara berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan, mencerminkan soliditas dan semangat kebersamaan antarperguruan di Bondowoso.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Yonif 514/Sabbadha Yudha Bondowoso, Letkol Inf. Ugroseno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pencak silat tidak hanya sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengendalian diri.
“Nilai-nilai dalam pencak silat sangat relevan dengan pembinaan mental dan moral. Saya berharap IKSPI Kera Sakti terus menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Letkol Inf. Ugroseno.
Momentum HUT ke-46 ini juga ditandai dengan penyematan Letkol Inf. Ugroseno sebagai warga IKSPI Kera Sakti. Prosesi tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Bondowoso sebagai simbol pengesahan Komandan Yonif 514/SY sebagai bagian dari keluarga besar IKSPI di wilayah Bondowoso.
Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Bondowoso, Yusuf Risman Hadi, Amd.Pi, menyampaikan ucapan selamat bergabung kepada Letkol Inf. Ugroseno. Ia berharap pengesahan tersebut dapat menjadi semangat baru bagi seluruh anggota dalam mengembangkan perguruan dan menjaga nilai-nilai ajaran IKSPI.
“Saya ucapkan selamat bergabung kepada Letkol Inf. Ugroseno sebagai warga IKSPI Kera Sakti di wilayah Bondowoso. Semoga ini menjadi semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus mengembangkan perguruan, menjaga nilai ajaran IKS, memperkuat kekeluargaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf menegaskan bahwa IKSPI Kera Sakti bukan sekadar perguruan pencak silat, melainkan wadah pembentukan karakter, moral, dan kepribadian. Setiap ajaran yang diwariskan mengandung nilai pengendalian diri, kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial yang harus diamalkan secara konsisten.
Ia menekankan bahwa ilmu IKSPI tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun tindakan yang merugikan orang lain. Menurutnya, pendekar IKSPI harus mampu hadir sebagai teladan, menjaga etika, serta menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
“Pendekar IKSPI harus hadir sebagai solusi, bukan masalah. Kita wajib menjaga kondusivitas, mengedepankan sikap dewasa, dan menunjukkan jati diri pendekar yang berakhlak,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Yusuf juga menyoroti pentingnya nilai kekeluargaan sebagai ruh utama IKSPI Kera Sakti. Setiap warga dipandang sebagai bagian dari satu keluarga besar yang saling menghormati, saling menguatkan, dan menjaga persatuan di atas perbedaan.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk memahami sejarah, filosofi, dan keilmuan IKSPI Kera Sakti sebagai bekal menjaga kemurnian ajaran dan meneruskannya secara bertanggung jawab kepada generasi berikutnya. Penghormatan khusus juga disampaikan kepada para pelatih di tingkat subranting dan ranting yang dinilai sebagai cikal bakal berkembangnya IKSPI di Bondowoso.
Ucapan selamat juga disampaikan Ketua IPSI Bondowoso, Sunargi. Ia berharap IKSPI Kera Sakti terus berkembang dan berkontribusi dalam kemajuan pencak silat daerah.
“Selamat ulang tahun ke-46 untuk IKSPI Kera Sakti. Semoga semakin jaya. Mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan pencak silat di Bondowoso. Saya berharap Bondowoso bisa menjadi kota pencak silat yang maju, damai, dan penuh silaturahmi,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari perwakilan Kalapas Kelas IIB Bondowoso kepada Komandan Yonif 514/SY sebagai simbol sinergi dan penghormatan antarinstansi. Suasana kekeluargaan semakin terasa dalam sesi ramah tamah yang digelar setelah rangkaian sambutan.
Sebagai penutup, para tamu disuguhkan penampilan seni pencak silat, kungfu, serta atraksi bela diri yang memukau. Pertunjukan tersebut menjadi simbol harmoni antara seni, kekuatan, dan pengendalian diri yang menjadi ruh pencak silat.
Melalui peringatan HUT ke-46 ini, IKSPI Kera Sakti Bondowoso menegaskan posisinya sebagai perguruan yang tidak hanya mencetak pendekar tangguh, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan sosial di Kabupaten Bondowoso.











