Bahasa Indonesia di Era Digital: Antara Identitas dan Tantangan Zaman

Avatar

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jatim Aktual, Opini – Bahasa Indonesia telah lama menjadi simbol persatuan dan identitas bangsa. Bahasa ini menyatukan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku dengan beragam bahasa daerah yang berbeda. Namun di era digital seperti sekarang, eksistensi Bahasa Indonesia menghadapi tantangan serius yang perlu segera ditanggapi bersama.

Salah satu permasalahan terbaru yang semakin tampak adalah penurunan etika berbahasa di media digital. Penggunaan Bahasa Indonesia yang kurang tepat, mulai dari kesalahan ejaan hingga struktur kalimat yang tidak baku, kini banyak ditemukan di media online dan platform media sosial. Menurut pengamatan Badan Bahasa Kemdikbud, banyak konten daring yang beredar justru belum melalui proses penyuntingan yang matang, karena tuntutan kecepatan penyebaran informasi. Akibatnya, kesalahan bahasa seperti penggunaan tanda baca yang kurang tepat atau pilihan kata yang tidak sesuai standar masih sering muncul di ruang publik digital.

BACA JUGA :  Prof Harris Arthur Sebut Progam Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

Fenomena ini bukan tanpa dampak. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa etika berbahasa Indonesia yang buruk di media sosial berpengaruh pada cara komunikasi individu, terutama generasi muda. Banyaknya singkatan, kesalahan struktur kalimat, dan penggunaan istilah asing secara berlebihan berpotensi menyebabkan kesalahpahaman dan melemahnya kemampuan berbahasa secara formal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, generasi muda saat ini kerap merasa lebih nyaman menggunakan bahasa campuran atau slang dalam percakapan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa dominasi bahasa asing di konten digital dan persepsi bahwa bahasa asing lebih modern menjadi faktor yang membuat Bahasa Indonesia sering “terpinggirkan” dalam penggunaan sehari-hari.

BACA JUGA :  Dampak Merebaknya Bullying Diera Gen–Z

Namun, masalah ini seharusnya menjadi panggilan bersama bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para pendidik. Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi; ia adalah simbol identitas nasional yang memperkuat jiwa kebangsaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menegaskan pentingnya disiplin kolektif dalam penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bagian dari komitmen kebangsaan.

Menghadapi tantangan ini bukan hanya tugas pemerintah atau pendidik saja, tetapi juga kita semua sebagai pengguna bahasa aktif. Mahasiswa, pelajar, penulis, dan konten kreator memiliki peran penting untuk mengangkat penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama di era digital yang penuh dengan informasi cepat dan tren linguistik baru.

BACA JUGA :  Kepemimpinan dalam Pergolakan: Antara Nilai dan Jabatan

Jika kita tidak mulai dari sekarang, bukan tidak mungkin Bahasa Indonesia akan semakin tergerus oleh arus globalisasi dan digitalisasi. Kita perlu bangun budaya literasi bahasa yang kuat dimulai dari cara kita menulis caption media sosial, berdiskusi online, hingga menyusun karya ilmiah.

Mari kita jadikan Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari, tetapi warisan budaya yang terus dijaga, dikembangkan, dan dibanggakan oleh generasi masa depan.

 

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa
Insan Pers Selalu Merdeka Dan Berdaulat 
Uang : Tuhan Berwujud Benda
Bamsoet Luncurkan Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”
Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai
INKONSISTENSI & POTENSIAL COUNFLICK INTEREST TERHADAP  PASAL 100 UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 2023
Bangun Kolaborasi Strategis, SMA Muhammadiyah 10 Gresik dan Fakultas Psikologi UMM Perkuat Layanan BK dan Pendidikan Karakter
SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Teken MoU dengan Politeknik Negeri Malang Dukung Karier Lulusan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 14:46

Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Senin, 9 Februari 2026 - 18:39

Insan Pers Selalu Merdeka Dan Berdaulat 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:00

Uang : Tuhan Berwujud Benda

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:27

Bamsoet Luncurkan Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”

Senin, 2 Februari 2026 - 14:27

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

Berita Terbaru