Skenario Nicholas Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela

Avatar

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Salamuddin Daeng

Jatimaktual.com, Jakarta – Semua yang terlihat bukan peristiwa yang sebenarnya terjadi. China tampaknya kurang waspada dalam melakukan investasi migas di Venezuela. Aspek geografi dan geopolitik tampaknya tidak diperhitungkan secara matang. Boleh dikatakan bahwa investasi China di Venezuela itu masuk perangkap.

Venezuela adalah negara dengan sejarah konflik politik yang panjang dan sangat dinamis. Semua dilatar belakangi oleh kekayaan minyak negara tersebut yang sangat besar. Mereka memproduksi minyak 3 juta barel per hari, mencapai 5-6 kali produksi minyak Indonesia. Dinamika politik Venezuela selalu berkaitan dengan Amerika Serikat (AS). Karena bagaimanapun juga nagera negara tersebut adalah pintu belakang AS. Jalur yang sangat terbuka bagi semua aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan AS. Semua negara saingan AS dapat menyerang dari pintu belakang tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  BALAD Grup Tunda Anjangsana Usaha ke China, Fokus Tuntaskan Izin Budidaya Lobster di Vietnam

Siapa yang membuat perangkapnya? Tentu saja elite Venezuela sendiri yang dipimpin Maduro. Sebuah perangkap yang sangat canggih, semacam jeratan babi yang halus dari baja yang tidak mungkin lepas, kalau lepas maka leher terputus. Bagaimana perangkap dibuat? Yakni dengan membiarkan China masuk ke dalam sektor paling strategis yang selalu menjadi isue nasional di Venezuela yakni sektor migas.

Bayangkan ekonomi Venezuela berhasil menarik dana dari China ke dalam sektor migas selama masa pemerintahan Madoro mencapai 100 miliar dollar. Padahal sejak Chaves selesai, baru saja Venezuela menasionalisasi semua investasi asing dalam sektor migas di sana. Pertanyaan pokoknya bagaimana bisa China begitu percaya dengan satu negara yang memiliki semangat nasionalisasi yang tinggi?

BACA JUGA :  Sultan Paser 18 (King of Nusantara) Optimis Indonesia Bisa Majukan Krisis Pangan dengan Berbasis Teknologi 

Maduro memang maistro, dia berhasil mengakali China dengan pujian yang besar. Dalam berbagai siaran pers Madoro selalu memuji apapun dari China termasuk memuji kehebatan Huawei yang mengalahkan semua ponsel manapun di abad ini terkait kemampuan komunikasi satelitnya.

China memang tidak tahan dipuji. Lebih dari 100 miliar dolar uang digelontorkan ke dalam ekonimi Venezuela. Masuk gila gilaan ke dalam sektor migas. Lebih dari 500 ribu barel minyak dikirim dari Venezuela setiap hari dengan harga murah. Venezuela pun harus membayar bunga utang tidak kurang dari 10 miliar dolar setahun. Dalam permainan judi ini umpan ke lawan agar keluar uang lebih banyak lagi sehingga pada satu momentum berikutnya tinggal ditekuk dengan kemenangan besar.

BACA JUGA :  PSHT, IKSPI, PSNU Pagar Nusa, PSHW Perguruan Silat Indonesia di Korea Selatan Sepakat Bentuk Paguyuban, KBRI Seoul Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade

Momentum itu datang. Amerika Serikat, terutama The Fed mulai sekarat dengan kebijakan migas Venezuela, terutama bagian tidak mau menggunakan dolar dalam transaksi minyak. Amerika pun masuk perangkap. Membawa pasukan ke Venezuela untuk menangkap maduro. Sebuah revolusi terjadi tanpa letusan peluru. Venezuela revolusi menasionalisasi semua perusahaan migas China yang ada di negara tersebut senilai 100 miliar dollar. Maduro memang agen sejati.***

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bamsoet Apresiasi Terobosan Cepat Dubes Junimart Girsang Benahi KBRI Roma
Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia-Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi
Hormat pada Hukum Malaysia, Eks PM Bisa Dijebloskan ke Penjara
Delegasi Indonesia Pukau Panggung Global Leadership Summit 2025 di Bangkok
Momen Gibran Delapan Kali Angkat Tangan saat Pidato di KTT G20, Gaya Pidatonya Jadi Sorotan
Mahasiswa UT Jakarta Raih Juara 1 di Japan International Youth Innovation Summit 2025
PSHT, IKSPI, PSNU Pagar Nusa, PSHW Perguruan Silat Indonesia di Korea Selatan Sepakat Bentuk Paguyuban, KBRI Seoul Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade
Pesantren Shofa Marwa Jember Gaungkan Maulid Nabi Bersama Ulama Malaysia dan Cendekia Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:06

Bamsoet Apresiasi Terobosan Cepat Dubes Junimart Girsang Benahi KBRI Roma

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:44

Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia-Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:05

Skenario Nicholas Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:30

Hormat pada Hukum Malaysia, Eks PM Bisa Dijebloskan ke Penjara

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:34

Delegasi Indonesia Pukau Panggung Global Leadership Summit 2025 di Bangkok

Berita Terbaru

Religi

Potret Momen Bersejarah

Selasa, 20 Jan 2026 - 05:34

Pendidikan

Mempelajari Ideologi Liberalisme

Senin, 19 Jan 2026 - 08:53