PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung

Avatar

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatimaktual.com, Jakarta – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, merespons perkembangan terbaru terkait kompromi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di mana pemilihan Gubernur dilakukan melalui DPRD, sementara Bupati dan Wali Kota tetap dipilih secara langsung oleh rakyat, dengan pengecualian wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Arie menyatakan bahwa Projo dapat menerima dan menyetujui kompromi tersebut sebagai jalan tengah yang realistis di tengah dinamika politik nasional serta kebutuhan akan stabilitas pemerintahan daerah.

BACA JUGA :  Forum KiSSNed Gelar Dialog Publik Soal Wacana Pemilu oleh DPRD

“Projo memandang kompromi ini sebagai solusi moderat yang mengakomodasi berbagai kepentingan bangsa. Pemilihan Gubernur melalui DPRD dapat memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif daerah, sementara pemilihan langsung Bupati dan Wali Kota tetap menjaga kedaulatan rakyat di tingkat akar rumput,” ujar Budi Arie.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Resmi Bentuk Satgas Revitalisasi Koperasi Bermasalah, Menteri Koperasi Minta Langsung Bekerja

Ia menambahkan bahwa mekanisme ini tetap harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokratis, agar tidak menjauh dari semangat reformasi.

“Yang terpenting bukan semata mekanismenya, tetapi bagaimana memastikan kepala daerah yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bebas dari praktik transaksional, dan mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif,” tegasnya.

BACA JUGA :  Rencana Munas Dekopin di Ancol Tanpa Dasar Hukum Pengesahan Pemerintah, Menkop Jangan Buat Polemik

Budi Arie juga menekankan bahwa Projo akan terus mengawal pembahasan kebijakan Pilkada ini agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional, stabilitas politik, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kompromi ini harus menjadi sarana memperkuat demokrasi Pancasila, bukan melemahkannya. Efisiensi penting bagi pemerintah , tapi kegembiraan rakyat jangan di hilangkan. Rakyat berhak bergembira, ” tutup Budi Arie.***

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-58 Partai Golkar, Bamsoet Dorong Partai Beringin itu Jadi Garda Terdepan Penataan Partai Politik untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial
Partai Masyumi Minta Presiden Prabowo Agar Keanggotaan Indonesia di ‘Board of Peace’ Bukan Cek Kosong
Puluhan Organisasi Relawan Tegaskan Dukung Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Program Asta Cita
Haris Rusly Moti: Prabowo Adaptasikan Strategi Multi-aligment untuk Merdekakan Palestina
Kapitalisme dan Globalisasi Kekaryaan, Yoshihara Kunio dan Baswir (2009)
Gagasan Penghentian Ekspor BBL Direspons Positif, Gus Lilur Apresiasi Presiden Prabowo
Aliansi BEM Pasuruan Raya: Pilkada Langsung Adalah Hak Konstitusional Rakyat
Hj. Ansari; Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:23

HUT ke-58 Partai Golkar, Bamsoet Dorong Partai Beringin itu Jadi Garda Terdepan Penataan Partai Politik untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05

Partai Masyumi Minta Presiden Prabowo Agar Keanggotaan Indonesia di ‘Board of Peace’ Bukan Cek Kosong

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:12

Puluhan Organisasi Relawan Tegaskan Dukung Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Program Asta Cita

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:57

Haris Rusly Moti: Prabowo Adaptasikan Strategi Multi-aligment untuk Merdekakan Palestina

Senin, 2 Februari 2026 - 13:33

Kapitalisme dan Globalisasi Kekaryaan, Yoshihara Kunio dan Baswir (2009)

Berita Terbaru