Jatim Aktual, SURABAYA – Baru-baru ini jawa timur digemparkan dengan adanya perilaku oknum yang diduga mencoreng nama Bea Cukai, yakni adanya dugaan tindak pidana pungli dilingkungan Bea cukai Bojonegoro dan Kanwil Beacukai Jawa Timur I.
Dugaan pungli tersebut diduga dilakukan oleh Oknum BC Bojonegoro dengan Oknum Pegawai Kanwil BC Jawa Timur I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun media bahwa terdapat sebuah rekaman percakapan yang usinya mengarah pada dugaan pungli dan salah satu screen short chat WhatsApp antara pihak yang ditangkap dengan oknum BC Kanwil Jatim I.
Percakapan dugaan pungli Antara Inisial E selaku Pegawai BC Bojonegoro dengan inisial S selaku pihak yang ditangkap.
E Pegawai BC Bojonegoro – Belum ada
S – Ya
E – Ini bisanya diambil dua minggu.
S – Dua minggu, dengan tebusan segitu, tetap pak.
E – Kenapa emang?
S- Katanya kemarin 20, berapa kemarin
E- 15an satu unit
—————-
Percakapan melalui WA Chat. Atas Nama Widias kasi intel BC Kanwil Jatim I.
Komunikator/K – Assalamualaikum bpk mohon maaf sblmy,k,sy mau nanyakan masalah yg bc bojonegoron bpk🙏🙏🙏
W- Sebentar saya tanyakan pak
Untuk 4 yg lewat sdh ok
K – Enggih bpk
W- pak sanggup nya 100+4
K – Siap pak cmn st tdk dikasih bagian pak.
Bisa sy tlpn bpk. Sy sdh smpikm sm orgy pak
—————-
Baru terjadilah tawar menawar dari angka 30 juta dua unit mobil hingga terjadi kesepakatan 25 juta, akhirnya terjadilah transaksi melalui transfer dari Rekening BRI atas nama Fani Dwi Kirana kepada rekening tujuan BCA 1870658822 atas nama Anna Judith pada tanggal 20 agustus 2025 pukul 15.50.51 WIB. Dengan jenis mobil
1) Mobil Truk Mitsubishi Nopol, N 8642 GC Pengemudi Tomi Wahyu Irawan. KTP. 3507042909890004. Jumlah jenis barang: 84.000 Bungkus.
BKC HT tidak dilekati pita cukai berupa:
DALIL = 42 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (168.000 batang);
RILEX = 14 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (56.000 batang);
PLATINUM = 2 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (8.000 batang);
GUCCI = 4 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (16.000 batang);
GP = 58 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (232.000 batang);
BOLD = 94 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (376.000 batang);
SOBER = 12 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (48.000 batang);
HUMMER = 62 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (248.000 batang);
ANKER = 10 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (40.000 batang);
FLASH = 40 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (160.000 batang);
GEBY = 14 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (56.000 batang);
HMIN = 14 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (56.000 batang);
PAPI MAMI = 20 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (80.000 batang);
SURYA JAYA = 12 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (48.000 batang);
Pemilik/Kuasa/Saksi:
Tomi Wahyu Irawan
——————
2) Mobil Truk Isuzu nompol N 9116 EM. Pengemudi atas nama Ivan wahyudi Efendi. Identitas ktp, 350741801870007
Jumlah jenis barang : 83.600 Bungkus = 1.672.000 batang.
BKC HT tidak dilekati pita cukai berupa:
SULTAN = 74 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (296.000 batang);
DUBAI = 62 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (248.000 batang);
ANOA = 40 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (160.000 batang);
PCX = 72 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (288.000 batang);
SHOGUN = 16 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (64.000 batang);
DALIL = 32 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (128.000 batang);
ASWAD = 12 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (48.000 batang);
HUMMER = 56 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (224.000 batang);
FLASH = 14 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (56.000 batang);
BALVEER = 8 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (32.000 batang);
JUST = 18 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (72.000 batang);
MILDE = 14 ball @ 20 slop @ 10 bungkus @ 20 batang (56.000 batang);
Pemilik/Kuasa/Saksi:
Ivan Wahyu Evendi
Hal tersebut menjadi perhatian serius oleh sejumlah aktivis untuk segera diusut tuntas agar persoalan perilaku nakal yang dilakukan oleh oknum BC baik di jatim maupun diluar jatim segera terungkap dan diproses sebagaimana mestinya.
Gerrad selaku Aktivis gerakan di jawa timur mendesak Kementerian keuangan dan Komisi V DPR RI serta pihak penegak hukum agar segera mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan kasus pungutan liar di jatim tidak semakin mengakar.
” Kalau kasus pungli ini tidak segera diusut tuntas dan ditindak tegas maka kami bersama sejumlah aktivis akan melakukan gerakan aksi demonstrasi sekaligus pelaporan resmi kepada pihak penegak hukum maupun pihak kementerian keuangan republik indonesia.
Penulis : Shb
Editor : Red










