Jatim Aktual, Jember — Upaya menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa santri terus dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKMASS) Jember. Salah satunya melalui kegiatan Trip Education Mahasiswa yang digelar di Pusat Produksi Kopi Bikla, Sumber Canting, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Ahad (15/12/2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Rayon Istimewa IKMASS Jember sebagai bentuk pembelajaran langsung di luar kelas, sekaligus sarana mengenalkan praktik kewirausahaan berbasis pesantren dan potensi lokal.
Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh KH. Imam Bukhori, Owner Kopi Bikla yang juga alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Ia hadir bersama putranya, Ahmad Nurul Huda, selaku Direktur Utama Kopi Bikla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menjadi ajang silaturahmi antaralumni pesantren, kunjungan ini bertujuan memberikan edukasi wisata kewirausahaan. Mahasiswa diajak memahami secara langsung bagaimana nilai-nilai pesantren dapat diintegrasikan dalam pengelolaan usaha modern.

Ketua IKMASS Jember, Ahmad Fauzan Bakri, mengatakan Trip Education Mahasiswa merupakan agenda strategis organisasi dalam menyiapkan kader alumni pesantren yang mandiri secara ekonomi.
Menurut Fauzan, kegiatan ini tidak hanya memperluas jejaring antaralumni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran praktis untuk mengasah keterampilan, membangun keberanian usaha, dan menumbuhkan pola pikir wirausaha di kalangan mahasiswa.
“Agenda ini pada intinya ingin mendalami nilai kewirausahaan dan mendorong kemandirian ekonomi umat,” kata Fauzan.
Dalam sesi pemaparan, KH. Imam Bukhori menjelaskan konsep OPOP (One Pesantren One Product) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Ia menyebut, konsep OPOP bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pesantrenpreneur, santripreneur, dan sosiopreneur. Ketiganya dirancang untuk menjadikan pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan keilmuan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat.
“Mindset yang harus dimiliki santri adalah mindset kaya. Rasulullah SAW sudah belajar berdagang sejak usia muda,” ujar KH. Imam Bukhori di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia juga mengungkap filosofi di balik nama Kopi BIKLA, yang merupakan singkatan dari Barokah Ibrahimy Kopi Lereng Argopuro. Nama tersebut, menurutnya, mencerminkan nilai keberkahan yang menjadi ruh usaha pesantren.
“Kopi ini tidak hanya unggul dari segi aroma dan kualitas, tetapi juga membawa nilai keberkahan dan manfaat kesehatan,” jelasnya.
Usai sesi diskusi dan pemaparan materi, peserta diajak meninjau langsung perkebunan kopi di sekitar area produksi. Mahasiswa juga menyaksikan proses pengolahan kopi, mulai dari pemilihan biji, pengeringan, hingga pengemasan produk siap edar.
Melalui kegiatan ini, IKMASS Jember berharap mahasiswa santri tidak hanya memahami kewirausahaan secara teoritis, tetapi mampu melihat peluang usaha secara nyata, sekaligus meneladani kemandirian ekonomi alumni pesantren yang telah berhasil mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Sumber Berita : INFOKOM IKMASS Jember











