Jatim Aktual, MALANG- Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon langka dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon, dengan mengusung tema “Mengarusutamakan tanam bibit pohon langka untuk keberlanjutan ekosistem alam dan kehidupan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di kawasan Hutan Universitas Negeri Malang, tepat di depan Perpustakaan Pusat.
Kegiatan penanaman ini berada di bawah koordinasi Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si, yang menekankan pentingnya pelestarian plasma nutfah sebagai kekayaan biodiversitas Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Universitas Negeri Malang menerima sumbangan tiga spesies pohon langka dari Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), yaitu Castanopsis argentea, Vatica javatica, dan Dipterocarpus retusus. Ketiga spesies tersebut dikenal langka dan memiliki nilai ekologi penting dalam menjaga struktur dan keberlanjutan ekosistem hutan tropis.
Acara ini melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dari dosen UM, staf UM, serta mahasiswa dari berbagai jenjang, yaitu S1 Biologi, S2 Pendidikan Biologi, S2 Biologi, dan S3 Pendidikan Biologi, serta turut hadir pula alumni yang ikut berpartisipasi dalam aksi konservasi ini. Kebersamaan ini menunjukkan kuatnya komitmen UM dalam menjaga lingkungan dan mendukung gerakan kampus hijau.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si menyampaikan bahwa penanaman pohon langka ini merupakan langkah penting untuk memastikan keberlangsungan plasma nutfah Indonesia.
“Penanaman pohon langka diharapkan dapat menjaga keberadaan plasma nutfah sebagai kekayaan biodiversitas Indonesia. Merawat yang langka, menjaga yang tersisa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa karena banyak jenis pohon langka yang belum dikenal masyarakat, maka sangat penting adanya gerakan aksi nyata untuk mengonservasi eksistensinya melalui penanaman bibit pohon langka.
“Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penanaman pohon langka bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga kontribusi nyata terhadap konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan keberlangsungan ekosistem di masa depan,” pungkasnya.
Penulis : Chan
Editor : Red










