Jatim Aktual, Jakarta – Dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Rusunawa Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo, yang merugikan negara hingga 9,7 Milyar kembali menjadi sorotan publik. Komunitas Cinta Bangsa (KCB) yang sedari awal mengawal kasus korupsi tersebut hingga menggelar aksi demo di Kejari Sidoarjo guna menyampaikan aspirasi dan apresiasinya, kini kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jl. Panglima Polim, Kby Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (11/11/2025).
Koordinator aksi unjuk rasa, Ghazali, mengungkapkan perkara dugaan tindak pidana korupsi Rusunawa Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo, belum sepenuhnya tuntas.
“Pertama, bahwa kita mengapresiasi Kejari Sidoarjo dalam mengungkap kasus korupsi ini, namun perlu menjadi catatan bersama bahwa ada beberapa nama yang terindikasi disebut dalam dakwaan namun belum ditetapkan status hukumnya”, ujar Ghazali
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ghazali menegaskan langkah demonstrasi yang dilakukan oleh KCB di Kejagung adalah bagian dari pengawalan khusus kasus korupsi di Sidoarjo, yang mana diketauhi bahwa Kab. Sidoarjo dalam _catatan khusus_ APH.
“Sudah menjadi perbincangan di masyarakat Sidoarjo, bahwa Sidoarjo dalam beberapa tahun ini selalu bermasalah dengan hukum, utamanya korupsi, dan tidak perlu disebutkan, sebab masyarakat sudah tahu”, tegasnya
“Kami berharap ada instruksi khusus dari Kejagung ke Kejari Sidoarjo untuk memanggil dan memeriksa pejabat yang namanya disebut dalam dakwaan”, tambahnya.

Ghazali menyebut beberapa instansi yang harus diperiksa adalah Dinas P2CTKR dan Inspektorat Sidoarjo. Karena menurutnya salah satu fungsi inspektorat adalah melakukan pengawasan dan audit terkait pembangunan, pelayanan dan pengelolaan rusun tersebut.
“Kami meminta agar Kepala Dinas P2CTKR Sidoarjo segera ditetapkan status hukumnya menjadi tersangka, sebab kami menduga dan mencurigai bahwa yang bersangkutan ikut andil dalam korupsi ini. Bahkan, menurut laporan yang kami terima, dugaan adanya bawahan dari dinas tersebut yang secara langsung menerima bagiannya”, pinta Ghazali.











