Bamsoet Apresiasi Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Presiden RI ke-2 Soeharto

Avatar

Selasa, 11 November 2025 - 17:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatimaktual.com, Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, bersyukur atas dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta, setelah perjuangan panjang tiga kali diusulkan. Sebuah keputusan bersejarah yang menyambung kembali mata rantai yang pernah terputus.

Bamsoet menilai penghargaan ini menjadi simbol rekonsiliasi dan penghormatan terhadap jasa besar seorang pemimpin yang telah meletakkan fondasi pembangunan bangsa. Langkah bijak yang menunjukkan bahwa persatuan dan penghargaan atas sejarah jauh lebih penting daripada perbedaan masa lalu.

“Gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden Soeharto adalah bentuk pengakuan sejarah atas kontribusi luar biasa beliau terhadap bangsa dan negara. Beliau bukan saja pemimpin politik, tapi juga arsitek pembangunan nasional yang berhasil menegakkan fondasi ekonomi, stabilitas, dan kemandirian bangsa,” ujar Bamsoet usai berdoa bersama secara sederhana dan terbatas di Jakarta, Senin malam (10/11/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Komisi XII DPR Akan Panggil Perusahaan yang Serobot Tanah Warga Jayasari Lebak

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menegaskan, keputusan Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan dalam melihat sejarah secara utuh, objektif serta berorientasi pada rekonsiliasi nasional. Penilaian terhadap masa lalu harus ditempatkan dalam konteks zaman dan tantangan yang dihadapi bangsa.

“Ini bukan soal politik, tapi soal keadilan sejarah. Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan dengan menghargai jasa tokoh bangsa tanpa terjebak pada kontroversi masa lalu. Ini momentum rekonsiliasi sejarah yang sangat penting bagi bangsa kita,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah perwira militer yang berperan penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Mulai dari Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia, hingga Operasi Trikora 1962 dalam merebut kembali Irian Barat ke pangkuan Republik.

BACA JUGA :  Mantan JAM Intel Jan Samuel Maringka Dinilai Layak Jadi Jaksa Agung, Dapat Dukungan dari Kerukunan Keluarga Kawanua

Sebagai presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun (1967–1998), Soeharto menggagas berbagai program pembangunan jangka panjang seperti REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) yang menjadi arah pembangunan nasional selama tiga dekade. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencapai swasembada pangan pada 1984 dan memperoleh pengakuan dari Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai salah satu negara yang berhasil menekan angka kelaparan secara signifikan.

“Pak Harto bukan hanya membangun gedung dan jalan, tetapi membangun sistem. Beliau menata birokrasi, memperkuat kemandirian pangan, menggerakkan koperasi dan industri rakyat. Kalau hari ini kita menikmati infrastruktur dasar dan jaringan ekonomi yang tersebar, sebagian akarnya tumbuh dari kebijakan Orde Baru,” jelas Bamsoet.

Dosen tetap pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan), Universitas Jayabaya, dan Universitas Borobudur ini juga menyoroti keberhasilan Soeharto dalam membangun sistem pertahanan dan kemandirian nasional. Melalui Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan program seperti ABRI Masuk Desa (AMD), Soeharto mendorong keterlibatan militer dalam membangun masyarakat tanpa menghilangkan semangat pengabdian.

BACA JUGA :  Catatan Politik Bamsoet Reduksi Kompleksitas Masalah dengan Inisiatif Baru dan Stimulus Ekonomi

“Beliau memahami pentingnya keamanan sebagai syarat utama pembangunan. Karena itu, stabilitas nasional di masa pemerintahannya menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap penganugerahan gelar pahlawan nasional dapat memperkuat semangat persatuan dan ke-Indonesiaan. Generasi muda juga perlu mempelajari kembali warisan pembangunan Orde Baru secara objektif. Banyak nilai positif yang bisa dijadikan pelajaran selama Orde Baru, seperti kedisiplinan, etos kerja, dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis untuk kepentingan nasional.

“Menghormati tokoh seperti mantan Presiden Soeharto bukan berarti memuja masa lalu, tetapi belajar dari keberhasilan dan kesalahan untuk membangun masa depan. Gelar pahlawan nasional ini merupakan pengingat bahwa pembangunan adalah perjuangan panjang, dan setiap generasi punya tanggung jawab untuk melanjutkannya,” pungkas Bamsoet. (*)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivis Perempuan Ratu Nisya: Literasi Digital Jadi Pilar Ketahanan Keluarga
Program MBG Prabowo Dongkrak Ekonomi Desa: Peternak Telur Bondowoso Lepas dari Krisis Harga
Catatan Politik Bamsoet: Selaraskan Orientasi Partai Golkar dengan Program Prioritas Presiden
Saat Hadiri Rakornas Gercin Indonesia, Wagub Papua Ajak Bersatu Bangun Enam Provinsi di Tanah Papua
NTU Anugerahi AHY Penghargaan Tertinggi, MACI: Teladan bagi Milenial dan Gen Z Indonesia
Bona Paputungan Diangkat Sebagai Sekjen PERANK
BEM FP UNPAD Gelar Acara “Green Harmony” dengan Tema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional”
SPPG Pangarangan Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopimka dan Lintas Sektor

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:57

Aktivis Perempuan Ratu Nisya: Literasi Digital Jadi Pilar Ketahanan Keluarga

Minggu, 30 November 2025 - 21:20

Program MBG Prabowo Dongkrak Ekonomi Desa: Peternak Telur Bondowoso Lepas dari Krisis Harga

Minggu, 30 November 2025 - 13:51

Catatan Politik Bamsoet: Selaraskan Orientasi Partai Golkar dengan Program Prioritas Presiden

Senin, 24 November 2025 - 13:18

Saat Hadiri Rakornas Gercin Indonesia, Wagub Papua Ajak Bersatu Bangun Enam Provinsi di Tanah Papua

Sabtu, 22 November 2025 - 18:48

NTU Anugerahi AHY Penghargaan Tertinggi, MACI: Teladan bagi Milenial dan Gen Z Indonesia

Berita Terbaru