Jatim Aktual, KOTA BATU- Dewan Pendidikan Kota Batu bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar Diskusi Panel mengangkat tema Urgensi Kurikulum Nasional dan Penerapan Pembelajaran Mendalam Pada Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar di Kota Batu Tahun 2025. Acara yang digelar pada Rabu (5/11) di Hotel Aston Kota Batu ini menghadirkan Pakar Pendidikan Kota Batu, Prof. Drs Suhadi Ibnu, M.A., P.hD, Instruktur Pembelajaran Mendalam Kota Batu, Sudiono, S.Pi, M.Pd., Praktisi Pembelajaran Mendalam (Budi Prasetyo, S.Pd. sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Kota Batu) dan Atok Miftachul Hudha, sebagai narasumber dari Dewan Pendidikan Kota Batu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu, Atok Miftachul Hudha, yang sekaligus guru besar Universitas Muhammadiyah Malang yang akrab dipanggil Atok menegaskan, bahwa acara diskusi panel ini menghadirkan peserta dari jajaran komunitas Pendidikan jenjang PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs pengawas, pengurus Yayasan, serta komite sekolah.
“Tantangan besar pendidikan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan kurikulum bukan sekedar dokumen, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan pembelajaran bermakna”,demikian tutur Atok saat membuka acara.
“Kurikulum nasional memberi arah, tetapi implementasinya menuntut kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk berinovasi, bahkan terkait pembelajaran mendalam (deep learning) harus memperkaya makna untuk mengajak peserta didik berpikir kritis, berempati, dan mampu memecahkan masalah nyata di lingkungannya”, demikian imbuhnya.
“Jadikan Tahun Ajaran 2025-2026 sebagai tahun konsolidasi dan kolaborasi Pendidikan untuk kota Batu menuju generasi pelajar Pancasila yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar lokalnya” demikian Atok mengakhiri kata sambutannya
Sebagai pembicara pertama, Atok menegaskan, bahwa dunia Pendidikan di Kota Batu harus berani mengubah arah pada seluruh komunitas Pendidikan. “Kita harus berani menata rantai pembelajaran bermakna dengan memberi peran strategis komunitas Pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum nasional di Kota Batu”, tegasnya.
Selanjutnya Prof. Drs. Suhadi Ibnu, M.a, P.hD menegaskan, bahwa “Membangun kecerdasan akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, karena kecerdasandibutuhkan untuk kehidupan yang akan dating guna menjawab kehidupan global yang penuh ketidak pastian”.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa ‘masyarakat Posmo tidak bisa hanya berpikir apa adanya, tetapi harus mampu berpikir untuk menjawab masa mendatang”.
Selanjutnya Sudiono juga menegaskan, “bahwa hadirnya pembelajaran mendalam harus dibarengi dengan menumbuhkan pola pikir yang mampu diarahkan untuk menyusun rancangan dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif secara terstruktur pada peserta didik”
Karena implementasi pembelajaran mendalam sudah dimasukkan ke banyak sekolah di kota Batu, sesi diskusi panel menghadirkan Budi Prasetyo untuk memaparkan praktik baik yang sudah dilaksanakan di sekolah yang dipimpinnya.
“Dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam SMP Negeri 3 Batu secara bersama-sama mengembangkan ‘Mitos Mistisme’ dalam bentuk Sinau Bareng, dan aspek yang dicapai adalah finalisasi instrumen supervisi pembelajaran mendalam”, demikian ujarnya.
Diskusi panel yang terbatas waktunya ini disambut sangat antusias oleh seluruh peserta dan akhirnya acara ditutup oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu dengan mengajak semua peserta diskusi panel dan tamu undangan untuk menjadi agen perubahan Pendidikan di kota Batu.
Penulis : Chan
Editor : Red











