Kaum Muda Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pro UKM

Avatar

Senin, 3 November 2025 - 12:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Gus Din / Syafrudin Budiman, SIP

(Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia)

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jatimaktual.com, Jakarta – Momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 ini kita jadikan tonggak sejarah kedepan menuju Indonesia Emas 2045. Apalagi Hari Sumpah Pemuda adalah hari kebangkitan pemuda Indonesia.

Lewat sumpah pemuda yang dipelopori anak-anak muda Indonesia di jaman itu di tahun 1928, nama Indonesia digaungkan sebelum Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945.

Kita kaum muda adalah generasi kaum muda Nasionalis yang Berasaskan Pancasila dan Berbasis Ekonomi Kerakyatan. Kita adalah pemuda dan pemudi yang peduli pada kalangan Usaha, Kecil dan Menengah (UKM).

Tentu kita sebagai kaum muda akan terus menampung aspirasi dan perjuangan kalangan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), Koperasi dan Industri Kecil Menengah (IKM).

Kita kaum muda terus mengakui dan memperkokoh Pancasila sebagai dasar negara, landasan perjuangan dan menguatkan asas Ideologi Pancasila. Sehingga kita adalah kaum muda Nasionalis yang Berbasis Ekonomi Kerakyatan.

BACA JUGA :  Syafrudin Budiman Bacaleg PAN DPR RI Dapil DKI Jakarta I Siap Hadiri Rakornas Pemenangan Pemilu di Semarang

Sementara pokok pemikiran kita sebagai kaum muda adalah sebagaimana Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi sebagai berikut:

ayat (1); Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan,

ayat (2); Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara,

ayat (3); Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,

ayat (4); Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Kita kaum muda nafasnya adalah bagaimana dan untuk mensejahterakan kehidupan bersama. Agar masyarakat bisa menerima manfaat pembangun ekonomi dan keadilan sosial ekonomi. Kalau rakyat Indonesia ekonominya maju, maka bangsa dan negara juga akan maju, makmur dan sejahtera.

BACA JUGA :  Adri Bellamy Pengusaha Muda Lulusan Singapura Dukung Acara Bagi-Bagi Takjil Erick Thohir Mania 

Dari semua itu, maka kita kaum muda akan selalu dan terus memperjuangkan masyarakat Indonesia untuk lebih adil, lebih sejahtera, lebih makmur dan lebih sentosa.

Adapun 7 garis besar tujuan kita kaum muda saat ini, diantaranya lebih kepada; 1. Keadilan Sosial 2. Kesejahteraan 3. Kesetaraan Ekonomi 4. Kemajuan Ekonomi 5. Ekonomi Kerakyatan 6. Persamaan Hak 7. Penegakan Hukum.

Kita kaum muda yang memperjuangkan kalangan pengusaha kecil dan menengah, koperasi dan UKM untuk terus berkembang dan maju di Indonesia sebagaimana visi Asta Cita Prabowo-Gibran.

Kedepan pemerintah melalui lembaga keuangan harus menyediakan jasa Simpanan dan Pembiayaan skala mikro, kepada masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan dapat berperan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah.

– Agar Mempermudah akses masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah untuk memperoleh Pinjaman/Pembiayaan mikro.

BACA JUGA :  Sebelum Deklarasi Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Nasional, H. M. Taufiq R. Abdul Syakur Temui Presiden Prabowo

– Memberdayakan ekonomi dan produktivitas masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah.

– Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah.

Kita kaum muda memandang pemerintah kedepan, perlu mengatur juga mengenai kegiatan usaha yang meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui Pinjaman atau Pembiayaan dalam skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan Simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha.

Kita kaum muda memandang tidak akan ada kemajuan ekonomi tanpa kesejahteraan, tidak akan ada kesejahteraan tanpa ekonomi kerakyatan, tidak akan ada ekonomi kerakyatan tanpa kesetaraan ekonomi, tidak akan ada kesetaraan ekonomi tanpa keadilan sosial, dan tidak akan ada keadilan sosial tanpa penegakan hukum, tidak akan ada penegakan hukum tanpa persamaan hak.

Artinya, persamaan hak, penegakan hukum, keadilan sosial, kesetaraan ekonomi, ekonomi kerakyatan, kesejahteraan adalah jalan menuju kemajuan ekonomi.***

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Politik Bamsoet: Soeharto dan Fakta Legasi yang Tak Terbantahkan
Jurang Hukum di Dunia Siber: Antara “Yang Seharusnya” dan “Yang Terjadi”
Catatan Politik Bamsoet: Langkah Awal Pemulihan Sektor Industri dan UMKM
Rasio Gaji BUMN Tidak Rasional
Panas-panas Tai Ayam Fenomena Purbaya Menteri Terbaik Prabowo, Alami Atau Rekayasa Sistematis?
Catatan Politik Bamsoet Reduksi Kompleksitas Masalah dengan Inisiatif Baru dan Stimulus Ekonomi
Dinilai Tidak Bermanfaat, Biro AdPim Diminta Dibubarkan
Patriotisme Konstitusional, Jalan Baru Kontribusi Militer dalam Demokrasi dan Stabilitas Nasional

Berita Terkait

Minggu, 9 November 2025 - 13:02

Catatan Politik Bamsoet: Soeharto dan Fakta Legasi yang Tak Terbantahkan

Selasa, 4 November 2025 - 10:14

Jurang Hukum di Dunia Siber: Antara “Yang Seharusnya” dan “Yang Terjadi”

Senin, 3 November 2025 - 20:19

Catatan Politik Bamsoet: Langkah Awal Pemulihan Sektor Industri dan UMKM

Senin, 3 November 2025 - 12:48

Kaum Muda Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pro UKM

Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:36

Rasio Gaji BUMN Tidak Rasional

Berita Terbaru