Jatim Aktual, Tulungagung – Menurut Kabid Penta Disnakertrans Tulungagung Yoni Nur Cahyono, S.STP., M.M. Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Tulungagung se Jawa Timur menduduki peringkat ke 5 dibawah Malang, ke 2 Blitar dan Ponorogo sebagai peringkat pertama jumlah PMI.
Hal itu dikatakan Yoni Nur Cahyono pada kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Keluar Negeri Dengan Aman yang diadakan oleh Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Golkar DR. Ir. Heru Tjahyono, M.M.

Acara sosialisasi tersebut di adakan di Balaidesa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Senin (13/10/2025) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melanjutkan sambutannya, menurut Kabid Cahyono, potensi pekerja migran Indonesia Kabupaten Tulungagung yakni:
1. Jumlah PMI Tahun 2022 sebanyak 5.202 jiwa.
2. Jumlah PMI Tahun 2023 sebanyak 7.141 jiwa.
3 Jumlah PMI Tahun 2024
sebanyak 8.029 jiwa.
4. Jumlah PMI s/d 21 Agustus 2025 mencapai 3.866 jiwa meliputi laki – laki 1.204 jiwa, perempuan 2.662 jiwa.
5. PMI Informal 2.312 / 59.8%
6. PMI Formal 1.554 / 40.2%
7. Negara Penempatan PMI Terbanyak : Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia.
8. Jabatan pekerjaan terbanyak : House Maid, Caregiver Worker, Construction Worker, Manufacturing Worker.
9. Jumlah PMI bermasalah Dipulangkan s/d Agustus 2025 sebanyak 26 orang.
“Jika menjadi PMI ke luar negeri lebih baik jadi PMI Formal misal di pabrik, perkebunan, perawat dan lain sebagainya, gaji bisa lipat 2-3 kali daripada gaji PMI Informal seperti pembantu rumah tangga,” ucap Kabid.
Lebih lanjut ia sampaikan kepada masyarakat Tulungagung, jika ingin menjadi PMI ke luar negeri diharapkan menjadi PMI yang resmi.
“Bagaimana pingin menjadi PMI yang resmi, kalau ingin resmi harus ke Disnaker,” tegasnya.
“Orang yang ingin menjadi PMI raya-rata karena dorongan dari ekonomi. Dari minim pemasukan ditambah pemasukan yang kita terima tidak sepadan dengan kebutuhan hidup kita sehari-hari,” tuturnya.
“Harapan kami kepada pahlawan devisa sebagai pekerja migran Indonesia Khususnya PMI Tulungagung, tetap jaga nama baik Indonesia, semoga di berikan kesehatan, kenyamanan, keamanan dalam bekerja. Bagi yang akan jadi PMI pesan saya harus resmi,” pungkasnya.
Hadir pada kegiatan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dengan aman, Anggota DPR RI komisi IX fraksi Golkar DR. Ir. Haru Tjahyono, M.M, Kasubag Tata Usaha BP3MI Diaz Ridho Putra ( mewakili Kepala BP3MI Jawa Timur), Kabid Penempatan Tenaga Kerja (mewakili Kepala Disnaker Kab.Tulungagung) Yoni Nur Cahyono, S.STP., M.M, Camat Kalidawir Rusdiyanto, S.STP., M.M, Kepala Desa Karangtalun Agus Imam Wijayanto, M.Si, PMI dan undangan yang lain.











