BALAD Grup Tata Ulang Strategi Bisnis, Siap Hegemoni Ekspor Lobster Dunia dan Garap Sektor Usaha Nasional

Avatar

Kamis, 4 September 2025 - 13:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan dalam ekspor Benih Bening Lobster (BBL), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang dikenal dengan Gus Lilur, kini menegaskan komitmennya untuk menata kembali arah besar bisnis yang dijalankan melalui Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup).

Selama 19 bulan terakhir, Khalilur mengaku menghadapi berbagai kendala dalam upaya ekspor BBL ke Vietnam. Ia menuding adanya praktik aturan gelap di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, keputusan Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto pada 1 Agustus 2025 untuk menghentikan sementara ekspor BBL sekaligus menarik kewenangan penuh dari KKP menuju regulasi baru berbasis Peraturan Presiden (Perpres), disebutnya sebagai angin segar.

BACA JUGA :  Dari Ruang Jenazah ke Ruang Operasi

“Presiden berani mengambil langkah tegas untuk memberangus mafia. Saya bersyukur aturan baru akan dikendalikan langsung Presiden dengan melibatkan banyak kementerian dan lembaga, sehingga lebih objektif dan transparan,” ujar Khalilur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Perpres yang tengah digodok akan melibatkan sejumlah institusi lintas sektor, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, BPK, KPK, POLRI, TNI, Kejaksaan Agung, KKP, hingga kemungkinan Kementerian Pertahanan. Dengan regulasi baru itu, ia optimistis Indonesia dapat menguasai pasar lobster dunia.

BALAD Grup saat ini bersiap melakukan langkah strategis di salah satu provinsi dengan mengerahkan 17 tim direksi dan karyawan. Tiga agenda besar akan direalisasikan:

BACA JUGA :  Jatim Progress Minta Pertamina Persero Copot Kepala dan Manager TBBM Tuban

1. Pembukaan kantor cabang tingkat provinsi dan kabupaten.

2. Pendirian sembilan gudang untuk penampungan dan pembelian BBL.

3. Pembangunan 200 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan ribuan nelayan, lengkap dengan penyediaan kapal dan alat tangkap.

Selain itu, BALAD Grup juga akan kembali menghidupkan proyek akuakultur di Gugusan Teluk Kangean sebagai bagian dari integrasi bisnis perikanan.

Tidak berhenti pada sektor kelautan, Khalilur menegaskan bahwa tambang-tambang yang sempat terbengkalai akibat konflik dengan mafia lobster kini kembali ditata. Dari sektor tambang inilah, ia merencanakan ekspansi bisnis di bidang lain, antara lain, Pembangunan Pabrik Rokok Bintang Sembilan (RBS), Pendirian pabrik beras modern. Dll.

BACA JUGA :  Tradisi Kerja Bakti Di Akhir Ramadhan, Warga Desa Padangan Berharap Lebaran 1446 Hijriah Lebih Meriah

Semua agenda besar ini terangkum dalam konsep “AKUR AMAT KAU PEDRAS”, akronim dari Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan, dan Beras.

Khalilur menyatakan bahwa semangatnya kini semakin kokoh karena dukungan langsung Presiden RI. “Inilah saatnya saya bekerja maksimal. Kerja jujur dan idealis saya sudah memperoleh pendukung utama, Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mencintai Indonesia dan bersama-sama membangun kejayaan bangsa.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek MBG di MI Nurul Hasan Bondowoso: Siswa Lebih Sehat, Uang Saku Lebih Hemat
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss Untuk Hadiri Sejumlah Pertemuan  
IKMM Jakarta Soroti Proses Lelang Jabatan Sekda Sumenep: Harus Transparan dan Jangan Diwarnai dengan Jual Beli Jabatan
Jember All Star dan Kalibaru All Star Gelar Latihan Bersama, Pererat Silaturahmi Sepak Bola Antar Daerah
IKSPI Kera Sakti Bondowoso Teguhkan Nilai Kekeluargaan dan Pengabdian di HUT ke-46
Lonjakan Smelter Nikel Dongkrak Permintaan Kapur, BIG Siapkan Tambang Pesisir di Sumenep
Agrinas Pangan Nusantara Dorong Peran Kemendagri untuk Percepat Pengadaan Lahan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih
UU Minerba 2025 Belum Efektif, Pengajuan Izin Tambang Masih Tersendat

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:20

Efek MBG di MI Nurul Hasan Bondowoso: Siswa Lebih Sehat, Uang Saku Lebih Hemat

Senin, 19 Januari 2026 - 00:21

Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss Untuk Hadiri Sejumlah Pertemuan  

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:27

IKMM Jakarta Soroti Proses Lelang Jabatan Sekda Sumenep: Harus Transparan dan Jangan Diwarnai dengan Jual Beli Jabatan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:41

Jember All Star dan Kalibaru All Star Gelar Latihan Bersama, Pererat Silaturahmi Sepak Bola Antar Daerah

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:03

IKSPI Kera Sakti Bondowoso Teguhkan Nilai Kekeluargaan dan Pengabdian di HUT ke-46

Berita Terbaru

Religi

Potret Momen Bersejarah

Selasa, 20 Jan 2026 - 05:34

Pendidikan

Mempelajari Ideologi Liberalisme

Senin, 19 Jan 2026 - 08:53