Setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan dalam ekspor Benih Bening Lobster (BBL), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang dikenal dengan Gus Lilur, kini menegaskan komitmennya untuk menata kembali arah besar bisnis yang dijalankan melalui Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup).
Selama 19 bulan terakhir, Khalilur mengaku menghadapi berbagai kendala dalam upaya ekspor BBL ke Vietnam. Ia menuding adanya praktik aturan gelap di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, keputusan Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto pada 1 Agustus 2025 untuk menghentikan sementara ekspor BBL sekaligus menarik kewenangan penuh dari KKP menuju regulasi baru berbasis Peraturan Presiden (Perpres), disebutnya sebagai angin segar.
“Presiden berani mengambil langkah tegas untuk memberangus mafia. Saya bersyukur aturan baru akan dikendalikan langsung Presiden dengan melibatkan banyak kementerian dan lembaga, sehingga lebih objektif dan transparan,” ujar Khalilur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Perpres yang tengah digodok akan melibatkan sejumlah institusi lintas sektor, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, BPK, KPK, POLRI, TNI, Kejaksaan Agung, KKP, hingga kemungkinan Kementerian Pertahanan. Dengan regulasi baru itu, ia optimistis Indonesia dapat menguasai pasar lobster dunia.
BALAD Grup saat ini bersiap melakukan langkah strategis di salah satu provinsi dengan mengerahkan 17 tim direksi dan karyawan. Tiga agenda besar akan direalisasikan:
1. Pembukaan kantor cabang tingkat provinsi dan kabupaten.
2. Pendirian sembilan gudang untuk penampungan dan pembelian BBL.
3. Pembangunan 200 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan ribuan nelayan, lengkap dengan penyediaan kapal dan alat tangkap.
Selain itu, BALAD Grup juga akan kembali menghidupkan proyek akuakultur di Gugusan Teluk Kangean sebagai bagian dari integrasi bisnis perikanan.
Tidak berhenti pada sektor kelautan, Khalilur menegaskan bahwa tambang-tambang yang sempat terbengkalai akibat konflik dengan mafia lobster kini kembali ditata. Dari sektor tambang inilah, ia merencanakan ekspansi bisnis di bidang lain, antara lain, Pembangunan Pabrik Rokok Bintang Sembilan (RBS), Pendirian pabrik beras modern. Dll.
Semua agenda besar ini terangkum dalam konsep “AKUR AMAT KAU PEDRAS”, akronim dari Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan, dan Beras.
Khalilur menyatakan bahwa semangatnya kini semakin kokoh karena dukungan langsung Presiden RI. “Inilah saatnya saya bekerja maksimal. Kerja jujur dan idealis saya sudah memperoleh pendukung utama, Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mencintai Indonesia dan bersama-sama membangun kejayaan bangsa.










