Prof Harris Arthur Sebut Progam Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

Avatar

Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Jakarta- Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Harris Arthur Hedar, SH, MH memberi apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang konkret mewujudkan pendirian sekolah rakyat di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Wakil Rektor Universitas Jayabaya Jakarta itu, program tersebut dirancang untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan putus sekolah dengan pendekatan yang holistik. Karena dampak yang dihasilkan bukan saja untuk siswa, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

“Pendekatan yang holistik itu memiliki tujuan inti, yaitu memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pendidikan. Karena keluarga miskin dengan anak putus sekolah, sangat mungkin akan menghasilkan generasi miskin berikutnya. Disinilah nilai strategis dari program ini,” tukasnya, Rabu (27/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Santa Claus Datang Bawa Hadiah Untuk Masyarakat

Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini menilai, pendidikan model asrama untuk anak-anak miskin dan putus sekolah bukan hanya menjamin akses pendidikan, tetapi juga peningkatan taraf hidup anak-anak, melalui fasilitas akomodasi dan nutrisi yang layak.

BACA JUGA :  Wisuda Sarjana XXXIV Universitas Ibrahimy 2025: 1.075 Mahasiswa Resmi Dikukuhkan, Tiga Penerima Penghargaan Raih Hadiah Umrah

“Tentu terjadi peningkatan kualitas hidup, karena selain pendidikan akademik, sekolah dengan model asrama selain menjamin akomodasi dan nutrisi, juga membina karakter, sehingga outputnya adalah individu yang lebih sehat, terampil, dan berdaya saing,” tandasnya.

Oleh karena itu ia berharap, bangsa ini memandang dengan jernih dan obyektif, bahwa apa yang dicanangkan dan diwujudkan Presiden Prabowo bermuara kepada satu tujuan, yaitu membangun ketahanan nasional. Dan itu modal utama untuk Indonesia bangkit.

“Salah satu ketahanan nasional kan kualitas sumber daya manusia. Ini yang dicapai melalui pendirian sekolah rakyat dan program makan bergizi gratis bagi siswa dan ibu hamil. Selain ketahanan energi dan pangan serta pertanahan keamanan yang menjadi concern presiden,” urai Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI).

BACA JUGA :  MABA Mart 2025: Festival UMKM Syariah Meriahkan PK2MB IAI At-Taqwa Bondowoso

Dirinya yakin, jika program ini terus berjalan dan berkembang sampai ke Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), maka peta jalan Indonesia maju semakin optimis akan dapat dicapai. (*)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bamsoet Dorong Perubahan Regulasi Bagi Pengemudi Tranportasi Online
Dua Pelajar SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Raih Beasiswa Prestasi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Revitalisasi Sarana Pendidikan Jatim: 51 Sekolah Diresmikan Gubernur Khofifah
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Ingatkan Fenomena “No Viral No Justice” Peringatan Keras Bagi Sistem Hukum Nasional
SMP Muda Inovasi Malang Membumikan Risalah Islam Berkemajuan
Ketua BRN Tanggapi Pemangkasan Anggaran dan Penegasan Dana Pendidikan
Gemilang Ramadhan 2026, IPM Smamio diteguhkan sebagai agen perubahan berkemajuan
Gemilang Ramadan IPM SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik : Seru, Inspiratif, Berfaedah!

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:48

Uji Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bamsoet Dorong Perubahan Regulasi Bagi Pengemudi Tranportasi Online

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:53

Dua Pelajar SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Raih Beasiswa Prestasi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:25

Revitalisasi Sarana Pendidikan Jatim: 51 Sekolah Diresmikan Gubernur Khofifah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:44

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Ingatkan Fenomena “No Viral No Justice” Peringatan Keras Bagi Sistem Hukum Nasional

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:50

SMP Muda Inovasi Malang Membumikan Risalah Islam Berkemajuan

Berita Terbaru