Jatim Aktual, Bondowoso – Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke-XXV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dibuka pada Senin, 28 Juli 2025, di Pendopo Raden Bagus Assra, Kabupaten Bondowoso. Mengusung tema “Sinergi Bersama Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara”, kegiatan ini berlangsung selama sepekan hingga 3 Agustus 2025, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Bondowoso H. Abdul Hamid Wahid, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Ady Kriesna, serta Ketua PW IKA-PMII Jawa Timur Dr. Thoriqul Haq.
Acara ini menjadi momentum strategis bagi PMII untuk menetapkan arah kepemimpinan baru dan memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan Jawa Timur dan Indonesia secara umum.
Bupati Bondowoso, dalam sambutannya, menegaskan bahwa Konkoorcab ini harus menjadi ajang lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya memiliki ide dan gagasan cemerlang, tetapi juga bermental tangguh untuk menghadapi tantangan zaman. Ia berharap proses Konkoorcab ke-25 ini berjalan optimal dan melahirkan individu-individu yang siap membawa perubahan positif bagi PMII ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Dardak menekankan pentingnya mencetak kader PMII yang mandiri dan kompeten agar mampu bersaing di dunia kerja. Ia mendorong anggota PMII untuk aktif mengikuti pelatihan kewirausahaan dan memperoleh sertifikasi guna meningkatkan daya saing. Emil menyebut bahwa PMII memiliki peran vital dalam menjaga nation survival atau keberlanjutan bangsa Indonesia, yang hanya bisa dicapai dengan pemuda-pemuda berideologi dan berprinsip kuat.
Ketua panitia Organizing Committee Konkoorcab XXV, M. Firmanzah, S.Pd, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan juga memuat penguatan nilai spiritualitas. “Malam ini, kami akan mengadakan Sholawat Pergerakan bersama Hadrah Syubbanul Muslimin. Ini diniatkan sebagai bentuk awal penguatan nilai spiritualitas bersama. Harapannya, PMII Jawa Timur ke depan menjadi organisasi yang bukan hanya kuat secara ide dan struktur, tapi juga bermanfaat dan berpengaruh secara spiritual di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan kombinasi antara pematangan intelektual, keterampilan, dan spiritualitas, Konkoorcab XXV ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya andal secara kapasitas, tetapi juga berintegritas tinggi dan berorientasi pada kemaslahatan umat.











