Jatim Aktual, Situbondo – Dalam rangka mendorong penguatan kapasitas bahasa Inggris dan literasi budaya berbasis ekonomi kreatif, Kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Jember yang bermitra dengan Forum Pemuda Pelopor Situbondo menggelar kegiatan sosialisasi dan pembekalan pelatihan bertajuk “Pendampingan Penciptaan Motif Batik Kontemporer Berbasis Kearifan Lokal Budaya Daerah Tapal Kuda”. Kegiatan yang merupakan kick off dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 09.00–11.00 WIB secara daring.
Acara dibuka secara resmi oleh MC kegiatan, Emilda Oktaviyani selaku Bendahara umum Forum Pemuda Pelopor Situbondo, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Situbondo, Mahendra Agung Baskoro, S.H., Ketua Forum Pemuda Pelopor Situbondo, Ika Fitriani, M.Pd., serta para dosen antara lain Diana Setia Dewi, M.Pd. (Desain Komunikasi Visual ITB Tuban), Chandra Ayu Proborini, M.Pd. (PGSD FKIP UNEJ), selanjutnya kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNEJ diantaranya, Muhammad Rafi Sofyan Putra dan Faridatul Aliyah (Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNEJ), Arda Cahyaning, dan Diah Alfian (PGSD FKIP UNEJ).
Program ini merupakan bagian dari skema pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang terverifikasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) dan didanai oleh BIMA (Bimbingan Teknis dan Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan tujuan untuk memperkuat kontribusi kalangan akademisi dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan pembuka, Mahendra Agung Baskoro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut program ini sangat sejalan dengan visi Bupati Situbondo dalam mengangkat kualitas sumber daya manusia muda melalui penguatan kapasitas dan kreativitas pemuda.
“Kami bersyukur dan menyambut baik kehadiran Universitas Jember di tengah upaya Situbondo untuk Naik Kelas. Semoga para pemuda pelopor benar-benar bisa menyerap materi dan melanjutkan dampaknya ke komunitas sekitar,” ujarnya.
Program ini dipimpin oleh Ika Fitriani, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Jember. Dalam arahannya, ia memaparkan tiga fokus utama program yang akan dilaksanakan dalam pelatihan lanjutan, yaitu:
- Pelatihan dasar Bahasa Inggris dan eksplorasi literasi budaya lokal
- Pelatihan public speaking untuk promosi budaya daerah
- Pendampingan penciptaan desain motif batik kontemporer berbasis narasi budaya lokal.
Yang menarik, tim juga memperkenalkan inovasi berbasis teknologi pendidikan, yakni SALL BONDO (Self-Access Language Learning with Situbondo culture contents). SALL BONDO memuat berbagai modul pembelajaran Bahasa Inggris secara mandiri yang dikontekstualisasikan dengan informasi mengenai budaya Situbondo.
Kegiatan ditutup dengan sesi permainan interaktif dan kuesioner partisipatif. Tiga peserta dengan skor tertinggi dalam kuis kebudayaan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan hari pertama ini tidak hanya berjalan lancar tetapi juga menyuguhkan semangat kolaboratif yang kuat antara perguruan tinggi dan komunitas pemuda lokal. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana dunia akademik mampu menjadi agen transformasi sosial melalui pendekatan yang kreatif, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, besar harapan akan hadirnya generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa asing, tetapi juga bangga dan paham akan nilai-nilai budaya. Program pengabdian masyarakat yang dijalankan Universitas Jember bersama Pemuda Situbondo menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat membawa dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelestarian kearifan lokal daerah.











