Legislator PKB Soroti Lemahnya Pengawasan Kemendag : Konsumen Terus Jadi Korban

Avatar

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 17 Juli 2025 – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim, melontarkan kritik tajam terhadap Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap peredaran bahan pokok. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap konsumen seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan distribusi pangan nasional.

“Pengawasan harga dan kualitas bahan pokok bukan tugas musiman. Ini tanggung jawab strategis yang harus dijalankan sepanjang tahun,” ujar Rivqy dalam keterangan persnya, Kamis (17/7/2025).

BACA JUGA :  Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Lampaui Tuntutan Gerakan Sosial

Rivqy menyoroti sejumlah pelanggaran yang kerap ditemukan di lapangan, seperti minyak goreng bersubsidi (Minyakita) yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), serta praktik curang dalam pengemasan beras premium yang beratnya tidak sesuai label.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus-kasus ini bukan hal baru. Tapi yang menyedihkan, pelanggaran seperti ini terus berulang karena lemahnya pengawasan. Bahkan sering kali, justru Kementerian Pertanian yang lebih dulu mendeteksi masalah, bukan Kemendag,” ungkap politisi muda asal Jawa Timur tersebut.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Lakukan Monitoring ke Sejumlah Sekolah, Ada Apa..?

Ia menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan jaminan atas harga yang wajar, mutu yang baik, dan distribusi yang adil untuk kebutuhan pokok mereka. Oleh karena itu, Gus Rivqy mendesak Kemendag agar tidak hanya hadir saat sorotan media meningkat, tetapi bekerja secara aktif dan konsisten.

“Satgas Pangan dan tim pengawasan internal Kemendag perlu memperkuat kerja lapangan. Mereka tidak boleh hanya bergerak saat krisis atau momen besar. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Closing Ceremony PK2MB 2025 IAI At-Taqwa Bondowoso: Rektor Tegaskan Visi Ber-ISI, Kontrak Langit Jadi Fondasi

Menurut Rivqy, lemahnya pengawasan tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga membuka ruang praktik nakal oleh oknum distributor dan pedagang yang memanfaatkan celah untuk meraup keuntungan di tengah lemahnya kontrol.

Ia pun meminta Kemendag melakukan pembenahan total terhadap sistem pengawasan dan menjadikan kejadian-kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh.

“Pemerintah harus hadir sebagai pelindung rakyat. Jangan biarkan konsumen terus dirugikan karena kelalaian dalam pengawasan,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Menu MBG di SMKN 3 Pamekasan, SPPG Garuda Jaya Abadi Buka Suara: Telur Diinjak, Sekolah Minta Diganti Malkis!
Satpol PP Tulungagung Beri Deadline Pembongkaran Warung di Ngentrong hingga 18 Februari, Suwito Pasang Badan 
Serakah! Oknum Pastor Marsel Agot Pimpin Premanisme di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Umat
Membangun Masa Depan dari Piring Makan, Wakil Bupati Tulungagung Resmikan SPPG Desa Ngrance
R.A.T Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngrance Tulungagung Jawa Timur fokus Pupuk Bagi Petani
Sekelompok Orang Intimidasi Warga Lanjut Usia di Kota Wisata Hingga Paksa Kosongkan Rumah, Kuasa Hukum: Klien Kami Alami Tekanan Mental
JMP Apresiasi Klik Madura di Usia 3 Tahun, Tegaskan Pers Harus Kompak dan Profesional
MHK: APH Harus Investigasi dan Audit Realisasi DBHCHT di Kabupaten Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:31

Viral Menu MBG di SMKN 3 Pamekasan, SPPG Garuda Jaya Abadi Buka Suara: Telur Diinjak, Sekolah Minta Diganti Malkis!

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:38

Satpol PP Tulungagung Beri Deadline Pembongkaran Warung di Ngentrong hingga 18 Februari, Suwito Pasang Badan 

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:24

Serakah! Oknum Pastor Marsel Agot Pimpin Premanisme di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Umat

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:31

R.A.T Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngrance Tulungagung Jawa Timur fokus Pupuk Bagi Petani

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:38

Sekelompok Orang Intimidasi Warga Lanjut Usia di Kota Wisata Hingga Paksa Kosongkan Rumah, Kuasa Hukum: Klien Kami Alami Tekanan Mental

Berita Terbaru