Rektor IAI At-Taqwa: PPL Adalah Ladang Pengabdian, Tempat Menanam Akhlak dan Keteladanan

Gmnstiar R.

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Bondowoso – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dinilai bukan hanya agenda akademik semata, melainkan bagian dari perjalanan spiritual, sosial, dan intelektual yang membentuk karakter keislaman mahasiswa. Hal itu ditegaskan oleh Rektor Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, S.Pd.I, M.Pd.I dalam sambutannya saat pelepasan mahasiswa peserta PPL Tahun 2025.

Menurut Rektor, melalui PPL mahasiswa tidak sekadar belajar mengajar atau melaksanakan tugas teknis di lapangan. Lebih dari itu, mereka sedang diuji dalam hal kematangan adab, akhlak, dan kemampuan membangun relasi sosial yang sehat. “Di sinilah ilmu diuji dalam kenyataan, dan nilai-nilai Islam diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Dr. Suheri. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup membawa teori, tetapi harus menampilkan sikap dan akhlak Islami sebagai representasi dari ruh keilmuan yang dibawa dari kampus.

Rektor menekankan bahwa tujuan utama PPL adalah menjembatani antara teori dan implementasi. Program ini, yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester akhir, dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan, pesantren, dan institusi sosial di wilayah Bondowoso dan sekitarnya. “Mahasiswa kita harapkan tidak hanya mengajar dengan lisan, tetapi hadir dengan sikap yang mencerminkan keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya. Ia mengutip pepatah Arab: “Lisanul hal afshahu min lisanil maqal”, yang berarti “bahasa sikap lebih fasih daripada bahasa lisan.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Rektor juga menggarisbawahi pentingnya hubungan dengan guru selama pelaksanaan PPL. Dalam tradisi keilmuan Islam, adab terhadap guru adalah pilar keberkahan ilmu. Ia mencontohkan bagaimana Imam Syafi’i membuka kitab dengan perlahan agar tidak mengganggu gurunya. “Ini bukan soal akademik semata, ini soal warisan nilai dan adab,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kapolri Gandeng Pakar dan Akademisi Beri Masukan Melalui Rapat Akselerasi Transformasi Polri

Akhlak, menurut Rektor, adalah indikator utama dari kualitas keislaman seseorang. Ia menyitir sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). Dalam pandangannya, kualitas pemahaman agama tidak diukur dari panjangnya retorika atau banyaknya hafalan, tetapi dari keluhuran akhlak. “Siapa yang paling bagus agamanya? Lihat akhlaknya. Siapa yang paling dalam ilmunya? Perhatikan akhlaknya. Siapa yang paling luas wawasannya? Ukur dengan akhlaknya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Eksistensi Bahasa Indonesia di Tengah Arus Globalisasi 

Dalam konteks yang sama, Ketua Yayasan At-Taqwa, Drs. KH. Imam Barwami, turut memberikan pesan mendalam kepada mahasiswa saat pelaksanaan opening ceremonial Workshop PPL 2025 Rabu Pagi (16/7)  . Beliau menyampaikan bahwa media belajar lebih penting dari pada media, strategi lebih penting daripada metode, dan yang lebih penting lagi, guru lebih penting dari pada buku, serta ruh lebih penting dari guru itu sendiri. Drs. KH. Imam Barwami Burhan, menegaskan bahwa mahasiswa PPL harus menjaga nilai-nilai kontrak langit, yaitu ikatan spiritual antara manusia dengan Allah dalam tugas suci menyampaikan ilmu dan membentuk peradaban akhlak.

Beliau menambahkan bahwa di tengah banyaknya alat dan metode pembelajaran modern, hal yang paling menentukan tetaplah pada jiwa dan ketulusan sang pendidik. “Keberhasilan pendidikan bukan hanya karena slide presentasi yang menarik atau perangkat digital yang canggih, tapi karena ada ruh, semangat, dan tanggung jawab spiritual dalam diri seorang guru,” tutur beliau.

BACA JUGA :  Forkot Sesalkan Bea Cukai Madura Lamban Tindak Laporan Rokok Ilegal “Cahaya Pro”

Dalam penutupan sambutannya, Rektor kembali mengajak mahasiswa untuk menjalani PPL sebagai ladang amal dan dakwah diam. Ia menekankan bahwa yang akan dikenang oleh masyarakat bukan seberapa banyak kata-kata yang diucapkan, tetapi seberapa besar keteladanan yang diperlihatkan. “Jadilah mahasiswa yang menebar manfaat, menghadirkan rahmat. Karena sebagaimana sabda Rasulullah, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya’,” pungkasnya.

Penulis : Rifky Gimnastiar

Editor : Rifky Gimnastiar

Sumber Berita : IAI At-Taqwa Bondowoso

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenaker ke Kejati Sumut, Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja yang Lebih Berdampak
Hari Ke 21 Puasa Ramadan: Pemdes, Takmir Masjid, dan NU Bersatu Santuni Anak Yatim
Tembus Pasar Global, BARON Grup Siapkan Ekspedisi Rokok Asia–Australia
IKMM Jakarta Dukung Komitmen Gubernur Khofifah Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat
IKMM Jakarta Demo Depan Mabes Polri, Soroti Dugaan Mafia Hukum di Polres Sampang
Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa, DPP Mahasantri: Siap Dukung
Uji Sidang Tertutup Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Bamsoet Dorong Perubahan Regulasi Bagi Pengemudi Tranportasi Online
Khofifah Siap Ajukan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Madura
Ayo Kuliah di Kampus Santri IAI At-Taqwa Bondowoso !

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:48

Wamenaker ke Kejati Sumut, Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja yang Lebih Berdampak

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:04

Hari Ke 21 Puasa Ramadan: Pemdes, Takmir Masjid, dan NU Bersatu Santuni Anak Yatim

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:12

Tembus Pasar Global, BARON Grup Siapkan Ekspedisi Rokok Asia–Australia

Rabu, 11 Maret 2026 - 03:31

IKMM Jakarta Dukung Komitmen Gubernur Khofifah Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:43

IKMM Jakarta Demo Depan Mabes Polri, Soroti Dugaan Mafia Hukum di Polres Sampang

Berita Terbaru