Jatim Aktual, Bondowoso Pengurus KOPRI Komisariat Raden Bagus Asra IAI At-Taqwa Bondowoso sukses menyelenggarakan Sekolah Islam Gender (SIG) Ke-X pada tanggal 4 hingga 5 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2, Jebung Kidul, Tlogosari, Bondowoso dengan mengangkat tema “Kopri Gen Z: Bergerak dengan Iman, Melawan dengan Ilmu.” SIG menjadi ruang kaderisasi formal untuk membekali para kader perempuan dengan pemahaman keislaman, keorganisasian, serta kesadaran gender dalam perspektif kritis dan religius.
Acara dibuka secara resmi pada Jumat pagi dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru Komisariat & KOPRI Komisariat PMII RBA IAI At-Taqwa Bondowoso masa khidmat 2025–2026. Pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai perwakilan kader serta tamu undangan dari PMII se-Bondowoso.
Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh kader dari internal PMII IAI At-Taqwa Bondowoso, termasuk kader PMII STAINH Situbondo. Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh kader-kader PMII dari berbagai daerah seperti Jember, Situbondo, dan Probolinggo, yang menambah semarak dan semangat solidaritas antar kader lintas komisariat dan cabang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah tokoh perempuan dan akademisi hadir sebagai pemateri dalam SIG Ke-X ini. Sa’adatus Sholihah, S.Pd., demisioner Ketua KOPRI Komisariat RBA, menyampaikan materi tentang Kiprah Kopri Lokal. Putri Raudatul Jannah, Ketua KOPRI PMII Universitas Bondowoso, membawakan materi Citra Diri Kopri. Materi Gender 1 disampaikan oleh Nur Faizah, S.H., Ketua PC PMII Bondowoso. Ning Ila, tokoh masyarakat Bondowoso, membahas Gender dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist secara mendalam dan kontekstual.
Sementara itu, Widadah Fatimatus Zahro, S.Pd., pengurus PB KOPRI PMII, mengangkat tema Fiqih Perempuan yang kritis terhadap bias patriarkis. Dr. Rifai, S.Ag., M.Pd.I., Dosen IAI At-Taqwa Bondowoso, memaparkan materi tentang Konsep Dasar Islam, dan Ahmad Zairudin, S.H., M.H., demisioner Ketua PC PMII Surabaya menyampaikan Konsep Dasar Hukum Islam.
Selama dua hari, peserta dibekali materi-materi substansial dan dibimbing dalam ruang diskusi yang interaktif dan konstruktif. Mereka sebelumnya telah melewati proses pendaftaran, seleksi screening, pengumpulan esai, dan surat rekomendasi. Panitia menyediakan berbagai fasilitas seperti modul, konsumsi, penginapan, sertifikat, dan identitas peserta.
Pada malam penutupan, Sabtu 5 Juli 2025, Ketua KOPRI Komisariat RBA, Siti Nur Khofifah, S.Pd., menyampaikan bahwa SIG merupakan bagian penting dari proses penguatan kaderisasi perempuan PMII. Ia menegaskan, “Dengan adanya SIG ini, saya berharap proses kaderisasi kader PMII ke depan tidak hanya berjalan secara struktural, tapi juga menyentuh aspek kesadaran intelektual, ideologis, dan spiritual yang mendalam. KOPRI harus menjadi ruang tumbuhnya perempuan yang tangguh, berpikir kritis, dan tetap menjunjung nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.”
SIG Ke-X ini menjadi bukti nyata komitmen KOPRI dalam mencetak kader perempuan yang berdaya, berwawasan luas, serta mampu menyeimbangkan antara intelektualitas, spiritualitas, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.











