Indria Febriansyah: Usulan Pemakzulan Gibran Sah-Sah Saja, Asal Memenuhi Prosedur Undang-Undang

Avatar

Minggu, 6 Juli 2025 - 14:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Jakarta –  Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (sebelumnya bernama Kabeh Sedulur Indonesia), Indria Febriansyah, memberikan tanggapan terkait aspirasi sejumlah purnawirawan yang disampaikan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI). Hal ini terkait usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Indria, dirinya menyampaikan aspirasi kepada lembaga negara adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang, termasuk ketika aspirasi itu menyangkut hal sensitif seperti pemakzulan.

“Kami sangat menghargai kebebasan berpendapat, termasuk dari para purnawirawan yang telah berjasa besar bagi bangsa ini. Mereka lebih dulu berjuang untuk negara ini, sementara kami baru terlibat sebagai relawan sejak 2009 hingga 2024 dalam upaya memenangkan Pak Prabowo Subianto. Jadi tentu jasa kami tidak sebanding,” ujar Indria kepada media, Minggu (6/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Outbound PAUD dan RA Miftahul Ulum Pagendingan Galis Pamekasan di Sampang Water Park

Ia menambahkan, bahwa setiap warga negara, terlebih tokoh-tokoh bangsa seperti para purnawirawan, berhak menyampaikan pandangannya atas jalannya pemerintahan — selama dilakukan secara damai dan sesuai prosedur.

“Kalau mereka merasa ada hal-hal yang menurut mereka tidak sesuai dengan konstitusi dan menyalurkan aspirasinya melalui jalur yang sah, dalam hal ini ke MPR-RI, itu adalah hak mereka sebagai warga negara,” katanya.

Indria menegaskan bahwa negara tidak boleh membatasi kebebasan berpikir dan berekspresi selama tidak melanggar hukum.

“Selama tidak menimbulkan tindak pidana, saya rasa oke-oke saja. Undang-undang menjamin setiap warga negara untuk bebas berpikir dan menyuarakan pendapat. Negara tidak bisa dan tidak boleh memenjarakan kebebasan berpikir rakyatnya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Indria Febriansyah : Penyandingan Bendera Bajak Laut Sanding dengan Merah Putih Adalah Penghinaan Bangsa

Ia juga mengajak semua pihak untuk melihat dinamika ini sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat dan konstitusional.

“Kami di Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia melihat bahwa proses penyampaian aspirasi ini masih dalam koridor konstitusi. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan menyikapinya dengan kepala dingin,” ujar Indria.

Sebagai relawan pendukung Presiden Prabowo, Indria menegaskan bahwa mereka bukan kelompok yang anti-kritik.

“Kami mendukung pemerintahan ini agar fokus bekerja untuk rakyat, bukan untuk membungkam kritik. Proses pemakzulan sepenuhnya menjadi kewenangan MPR-RI, bukan eksekutif. Tugas eksekutif adalah melaksanakan janji-janji politiknya,” pungkas Indria, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Relawan Merah Putih Prabowo se-Indonesia.

BACA JUGA :  Barisan Mas Gibran Usulkan Syafrudin Budiman Jadi Calon Menteri Prabowo-Gibran 

Suara dari Purnawirawan ini tentunya bukan berasal dari diskusi yang prematur tapi memang sudah ada diskusi-diskusi serius, yang mendalam dengan dasar keprihatinan melihat kondisi bangsa hari ini. Kajian dan diskusi yang membuat mereka bersuara ini, diyakini ada kacamata yang menurut mereka tidak benar sedang terjadi.

“Mereka sudah pernah menjadi pemimpin negeri ini. Dan kami yakin ini untuk menjaga kelangsungan berbangsa dan bernegara di negeri kita ini,” tutup Indria. (red)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivis Perempuan Ratu Nisya: Literasi Digital Jadi Pilar Ketahanan Keluarga
Program MBG Prabowo Dongkrak Ekonomi Desa: Peternak Telur Bondowoso Lepas dari Krisis Harga
Catatan Politik Bamsoet: Selaraskan Orientasi Partai Golkar dengan Program Prioritas Presiden
Saat Hadiri Rakornas Gercin Indonesia, Wagub Papua Ajak Bersatu Bangun Enam Provinsi di Tanah Papua
NTU Anugerahi AHY Penghargaan Tertinggi, MACI: Teladan bagi Milenial dan Gen Z Indonesia
Bona Paputungan Diangkat Sebagai Sekjen PERANK
Bambang Soesatyo Ingatkan Ancaman Oligarki Ekonomi
BEM FP UNPAD Gelar Acara “Green Harmony” dengan Tema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional”

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:57

Aktivis Perempuan Ratu Nisya: Literasi Digital Jadi Pilar Ketahanan Keluarga

Minggu, 30 November 2025 - 21:20

Program MBG Prabowo Dongkrak Ekonomi Desa: Peternak Telur Bondowoso Lepas dari Krisis Harga

Minggu, 30 November 2025 - 13:51

Catatan Politik Bamsoet: Selaraskan Orientasi Partai Golkar dengan Program Prioritas Presiden

Senin, 24 November 2025 - 13:18

Saat Hadiri Rakornas Gercin Indonesia, Wagub Papua Ajak Bersatu Bangun Enam Provinsi di Tanah Papua

Sabtu, 22 November 2025 - 18:48

NTU Anugerahi AHY Penghargaan Tertinggi, MACI: Teladan bagi Milenial dan Gen Z Indonesia

Berita Terbaru