Jatim Aktual, Bondowoso – Salah satu dosen terbaik dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso, Dr. Abdul Wasik, M.HI., berhasil terpilih sebagai presenter dalam The 4th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) yang digelar pada tanggal 5–6 Juli 2025. Konferensi ini merupakan ajang akademik bergengsi berskala internasional yang mempertemukan para cendekiawan, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara.
ICHES 2025 mengangkat tema besar “The Role of Public Policy in National Development Goals”, yang menyoroti peran kebijakan publik dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional dan global. Tema ini menjadi sangat relevan dalam konteks dinamika sosial, ekonomi, dan pendidikan yang semakin kompleks di era digital dan pasca-pandemi. Melalui forum ini, para akademisi diajak untuk menyumbangkan ide dan hasil penelitiannya sebagai solusi strategis berbasis ilmiah.
Dalam forum internasional tersebut, Dr. Abdul Wasik mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Model Tata Kelola Zakat Produktif Holistik Berbasis Good Community Engagement”. Penelitian ini merupakan bagian dari program beasiswa riset yang didanai oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) tahun 2025. Topik ini dinilai sangat kontekstual karena menyentuh langsung problematika aktual dalam pengelolaan zakat produktif di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Dr. Wasik menegaskan bahwa keberhasilan zakat produktif tidak hanya bergantung pada besaran dana yang disalurkan atau kekuatan lembaga, melainkan sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses pengelolaannya. Pendekatan Good Community Engagement menjadi kunci untuk membangun model tata kelola zakat yang partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Keterlibatan komunitas sejak tahap perencanaan hingga evaluasi diyakini mampu memperkuat transformasi sosial di tingkat akar rumput.
Sebagai pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Timur, Dr. Wasik juga dikenal aktif mendorong peningkatan kemandirian pesantren. Penelitian dan model zakat produktif yang ia kembangkan memberi kontribusi strategis dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas di lingkungan pesantren, terutama dalam mendorong lahirnya unit-unit usaha santri, koperasi pesantren, dan pelatihan kewirausahaan yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritualitas. Hal ini sejalan dengan misi RMI untuk menjadikan pesantren sebagai pusat kemandirian ekonomi umat.
Gagasan ini merepresentasikan sintesis antara nilai-nilai Islam, tradisi pesantren, dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan seperti yang tercantum dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendekatan ini, zakat tidak lagi dipandang sebagai kegiatan karitatif semata, melainkan sebagai instrumen strategis yang mendorong keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
Pihak rektorat dan seluruh civitas akademika IAI At-Taqwa menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang ini. Mereka berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan riset-riset unggulan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Keberhasilan Dr. Wasik menjadi presenter internasional merupakan bentuk validasi bahwa riset-riset lokal pun dapat memiliki daya saing global jika disusun secara sistematis dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dengan pencapaian ini, Dr. Abdul Wasik tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa dari pesantren bisa lahir gagasan besar yang mampu menjangkau dunia. Ia berharap agar hasil penelitiannya dapat diimplementasikan secara luas oleh lembaga-lembaga zakat, pesantren, dan pemangku kebijakan, serta menjadi rujukan dalam penyusunan model kebijakan publik yang inklusif, berbasis komunitas, dan berorientasi pada kemandirian umat.










