Ketua Rumah Baca Bondowoso: Bonus Demografi, Tantangan dan Harapan dari Founder Riski Yanto

Gmnstiar R.

Sabtu, 5 Juli 2025 - 18:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Bondowoso. Jawa Timur – Di tengah perbincangan nasional mengenai bonus demografi, Riski Yanto, pendiri Rumah Baca Bondowoso, mengungkapkan pandangannya terkait potensi dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Bondowoso. Menurutnya, bonus demografi yang diproyeksikan akan membawa peningkatan jumlah penduduk usia produktif, bisa menjadi peluang emas atau ancaman serius bagi Bondowoso, tergantung pada bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat menghadapinya.

“Bonus demografi adalah pisau bermata dua,” ujar Riski Yanto dalam wawancara baru-baru ini. “Di satu sisi, kita memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk usia produktif yang meningkat. Namun, jika tidak diimbangi dengan persiapan yang matang, angka pengangguran, kemiskinan, dan putus sekolah yang tinggi dapat menjadi penghambat utama.”

BACA JUGA :  Usulkan 11 Nama Calon Menteri Prabowo-Gibran, Relawan BP 08 Harapkan Menteri Miliki Kapasitas dan Kapabilitas

Data terbaru menunjukkan angka pengangguran di Bondowoso mencapai 17.265 jiwa, angka kemiskinan 1.51%, dan angka putus sekolah sebanyak 8.866 anak. Riski Yanto menekankan bahwa angka-angka ini merupakan tantangan serius yang harus segera diatasi. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan sangat krusial untuk menghadapi bonus demografi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Bersama Pemkab Bondowoso, Kader PMII IAI At-Taqwa Terlibat Penanaman 2.000 Bibit Pohon

“Rumah Baca Bondowoso hadir sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan akses informasi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja,” jelas Riski. “Kami percaya bahwa pendidikan dan literasi merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar kerja.”

Riski Yanto juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dan program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.

BACA JUGA :  Ketua KI Sumut Kunjungi KI Babel: Tingkatkan Sinergi dan Edukasi Keterbukaan Informasi Publik

“Kita perlu menyiapkan generasi muda yang terampil, berpendidikan, dan berdaya saing tinggi,” tegas Riski. “Dengan begitu, bonus demografi akan menjadi peluang emas untuk memajukan Bondowoso, bukan ancaman yang membayangi.” Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan isu pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengurangan angka putus sekolah untuk memastikan Bondowoso siap menghadapi bonus demografi dengan optimal.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satpol PP Tulungagung Beri Deadline Pembongkaran Warung di Ngentrong hingga 18 Februari, Suwito Pasang Badan 
Membangun Masa Depan dari Piring Makan, Wakil Bupati Tulungagung Resmikan SPPG Desa Ngrance
R.A.T Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngrance Tulungagung Jawa Timur fokus Pupuk Bagi Petani
JMP Apresiasi Klik Madura di Usia 3 Tahun, Tegaskan Pers Harus Kompak dan Profesional
MHK: APH Harus Investigasi dan Audit Realisasi DBHCHT di Kabupaten Sumenep
Urgensi Keadilan bagi GTKN: Skema PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Berpotensi Memicu Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH)
Akselerasi Legalitas Pinka Kutoanyar: Menuju Penataan Kuliner yang Tertib dan Berpayung Hukum
Aremania Bondowoso Raya Berbagi Keceriaan dalam “Aremania Licek Happy Day” di CFD Alun-Alun Bondowoso

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:38

Satpol PP Tulungagung Beri Deadline Pembongkaran Warung di Ngentrong hingga 18 Februari, Suwito Pasang Badan 

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:31

R.A.T Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngrance Tulungagung Jawa Timur fokus Pupuk Bagi Petani

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:39

JMP Apresiasi Klik Madura di Usia 3 Tahun, Tegaskan Pers Harus Kompak dan Profesional

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:00

MHK: APH Harus Investigasi dan Audit Realisasi DBHCHT di Kabupaten Sumenep

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:37

Urgensi Keadilan bagi GTKN: Skema PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Berpotensi Memicu Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH)

Berita Terbaru