Jatim Aktual, Bondowoso. Jawa Timur – Di tengah perbincangan nasional mengenai bonus demografi, Riski Yanto, pendiri Rumah Baca Bondowoso, mengungkapkan pandangannya terkait potensi dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Bondowoso. Menurutnya, bonus demografi yang diproyeksikan akan membawa peningkatan jumlah penduduk usia produktif, bisa menjadi peluang emas atau ancaman serius bagi Bondowoso, tergantung pada bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat menghadapinya.
“Bonus demografi adalah pisau bermata dua,” ujar Riski Yanto dalam wawancara baru-baru ini. “Di satu sisi, kita memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk usia produktif yang meningkat. Namun, jika tidak diimbangi dengan persiapan yang matang, angka pengangguran, kemiskinan, dan putus sekolah yang tinggi dapat menjadi penghambat utama.”
Data terbaru menunjukkan angka pengangguran di Bondowoso mencapai 17.265 jiwa, angka kemiskinan 1.51%, dan angka putus sekolah sebanyak 8.866 anak. Riski Yanto menekankan bahwa angka-angka ini merupakan tantangan serius yang harus segera diatasi. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan sangat krusial untuk menghadapi bonus demografi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumah Baca Bondowoso hadir sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan akses informasi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja,” jelas Riski. “Kami percaya bahwa pendidikan dan literasi merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar kerja.”
Riski Yanto juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dan program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.
“Kita perlu menyiapkan generasi muda yang terampil, berpendidikan, dan berdaya saing tinggi,” tegas Riski. “Dengan begitu, bonus demografi akan menjadi peluang emas untuk memajukan Bondowoso, bukan ancaman yang membayangi.” Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan isu pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengurangan angka putus sekolah untuk memastikan Bondowoso siap menghadapi bonus demografi dengan optimal.











