Jatim Aktual, Bondowoso 21–22 Juni 2025 – Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKMASS) Bondowoso sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) bertema “Resonansi Program Kerja untuk Membangun Simfoni Persaudaraan”. Bertempat di Yayasan Nurul Jadid, Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan, menyelaraskan semangat, dan membangun persaudaraan antaranggota dalam satu visi perjuangan organisasi.
Raker IKMASS Bondowoso tahun ini dikemas dalam serangkaian kegiatan yang padat namun bermakna. Diawali dengan Seminar Keorganisasian yang disampaikan oleh Ahmad Rifandi, peserta diajak memahami nilai-nilai musyawarah dalam dinamika organisasi. Ia menegaskan bahwa:
“Musyawarah adalah jalan menuju kesepahaman. Di dalamnya, setiap pendapat dihargai, setiap ide diuji, hingga lahirlah gagasan bersama yang menjadi pijakan untuk mewujudkan tujuan organisasi. Karena dari mendengar, kita belajar memahami; dari diskusi, kita membangun visi bersama.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilanjutkan dengan sesi utama yaitu Rapat Kerja, para pengurus dan anggota aktif menyusun dan menetapkan program kerja IKMASS Bondowoso secara kolektif. Semangat keterbukaan dan partisipasi menjadi warna dominan dalam sidang-sidang pleno, menunjukkan kedewasaan berorganisasi yang semakin matang.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Seminar Peta Gerakan IKMASS yang dibawakan oleh Arik Irawan. Dalam seminar tersebut, ia menyoroti pentingnya menjadikan IKMASS sebagai rumah perjuangan utama bagi kader-kadernya, meskipun terbuka untuk berproses di organisasi lain.
“Dalam kultur berorganisasi IKMASS, boleh kita mengikuti beberapa organisasi lain di luar. Tapi tanamkan dalam diri bahwa IKMASS adalah rumah untuk kita kembali—tempat pulang. Sedangkan organisasi luar hanyalah tempat singgah dan mencari pengalaman,” tuturnya dengan nada reflektif.
Menjelang malam, suasana keakraban semakin terasa melalui kegiatan bakar-bakar dan makan bersama, yang menjadi ruang informal untuk mempererat ikatan emosional antaranggota. Tak hanya itu, sesi sharing bersama Dewan Penasehat IKMASS Bondowoso, Cak Ilham Romadhon, menjadi penutup yang inspiratif. Dalam pesannya, beliau menekankan arti tanggung jawab dan totalitas dalam mengemban amanah organisasi:
“Menjadi pengurus bukan soal gengsi atau nama, tapi soal komitmen. Kalau sudah memilih jalan ini, maka tempuhlah sepenuhnya. Jangan setengah hati, karena perubahan hanya datang dari mereka yang total dalam perjuangan.”
Di akhir kegiatan Nurul Izzah, Ketua IKMASS Bondowoso menyampaikan harapan besarnya atas hasil Rapat Kerja ini:
“Semoga semangat kebersamaan dan kesepahaman yang terbangun dalam Rapat Kerja ini terus terjaga, menjadi bekal dalam merealisasikan program kerja secara optimal dan penuh tanggung jawab.”
Rapat Kerja IKMASS Bondowoso 2025 ini tidak hanya menjadi ruang menyusun rencana, namun juga medan menempa karakter, memperkuat loyalitas, dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perjuangan dalam organisasi adalah tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan pulang ke rumah yang bernama IKMASS Bondowoso.











