PMII Rayon Rabi’ah Al-Adawiyah Gelar Ngaji Kitab Aqoid Saeket dan Anjangsana I: Menapak Jejak Tauhid, Menguatkan Tradisi

Gmnstiar R.

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Bondowoso – 14 Juni 2025 Dalam rangka merawat tradisi keilmuan dan mempererat ukhuwah kader, PMII Rayon Rabi’ah Al-Adawiyah Komisariat RBA. IAI At-Taqwa Bondowoso menggelar Ngaji Kitab Aqoid Saeket dan Anjangsana I pada Sabtu (14/6), bertempat di kediaman Sahabat Bagus, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB ini diisi dengan rangkaian kegiatan: pembacaan Tawassul bil Batin, pelantunan syair Aqoid Saeket, ngaji dan bedah kitab, serta diskusi interaktif. Hadir sebagai pemateri utama, Rifky Gimnastiar memberikan penjelasan mendalam seputar isi dan nilai-nilai dalam kitab klasik berbahasa Madura tersebut.

Kitab Aqoid Saeket merupakan karya monumental yang ditulis oleh KHR. Syamsul Arifin dan dilanjutkan oleh putranya KHR. As’ad Syamsul Arifin, dua ulama besar sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Karya ini dirancang sebagai sarana dakwah dan pendidikan tauhid bagi masyarakat Madura, khususnya yang masih awam, agar lebih mudah memahami ajaran-ajaran pokok Islam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Masyarakat Kebontelukdalam Terlalu Candu Agama, Tapi Tidak Sejahtera

“KHR. Syamsul Arifin menulis hingga bait “Ampon gennak Saeket aqoid”, lalu dilanjutkan oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin sampai akhir.”

Rifky juga menjelaskan makna Bismillahirrahmanirrahim sebagai pembuka kitab. Ia menegaskan bahwa menyebut nama Allah adalah awal dari segala amal baik, “Ar-Rahman” merujuk pada kasih sayang Allah yang meliputi seluruh makhluk, sedangkan “Ar-Rahim” khusus bagi hamba-Nya yang beriman dan taat.

BACA JUGA :  Belajar Jadi Santripreneur, IKMASS Jember Ajak Mahasiswa Menyusuri Dapur Produksi Kopi Bikla

Dalam penjelasan tauhid, ia menekankan pentingnya kesaksian sebagai fondasi keimanan:

La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah adalah inti keyakinan. Tanpa tauhid, semua ibadah kosong makna. Ini penting dipahami, bukan sekadar dihafal.”

Ia pun menyinggung toleransi Islam sebagaimana tercermin dalam ayat Al-Kafirun: “Lakum dinukum waliyadin” yang menunjukkan bahwa dalam Islam, keyakinan tidak boleh dipaksakan, namun tetap dijaga kemurniannya.

Rifky juga menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya diakui oleh umat Islam, tetapi juga oleh kalangan non-Muslim. Ia mencontohkan buku “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia” karya Michael H. Hart, di mana Nabi Muhammad menempati urutan pertama sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah.

BACA JUGA :  Peran Disnakertrans Dalam Perlindungan PMI di Tulungagung, Ini Kata Yoni Nur Cahyo, S.STP., M.M

“Islam bukan warisan semata dari orang tua kita. Bersyukurlah, tapi jangan berhenti di situ. Pelajari, hayati, dan amalkan. Tauhid itu pondasi, bukan hiasan,” tegas Rifky.

Sesi diskusi diwarnai pertanyaan reflektif dari Sahabat Amrozy tentang bagaimana mengamalkan nilai-nilai keislaman secara nyata, agar tidak berhenti sebagai teori semata.

Sebagai penutup, Ketua PMII Rayon Rabi’ah Al-Adawiyah, Sahabat Bagus, menyampaikan bahwa kegiatan Anjangsana ini akan terus berlanjut sebagai bentuk gerakan sosial-kultural dan keilmuan di tengah kader.

“Anjangsana dan ngaji kitab ini adalah bentuk konkret pengamalan nilai-nilai Aswaja dan komitmen kader PMII dalam menjaga warisan ulama serta memperkuat fondasi spiritual,” pungkasnya.

Sumber Berita : PMII Rayon Rabi'ah Al-Adawiyah

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KCB Desak Kejagung Perintahkan Kejati Jatim Segera Rilis Tersangka Kasus Korupsi PT DABN
Sinergi Pucanglaban: Implementasi Arahan Presiden melalui Aksi Korve dan Perbaikan Infrastruktur
Semrawut Kabel Fiber Optic Tulungagung : Anggota Legislatif Fuad Ashari Desak Ketegasan Eksekutif
Rivqy Abdul Halim Minta Pertamina Perkuat Mitigasi Bencana dan Reaktivasi Depo BBM di Jember
Aspal Panas Tulungagung Jadi Saksi: Nestapa Guru PPPK Paruh Waktu yang Terlupakan
Lawan Keputusan Bupati, Muhadi Tempuh Jalur PTUN dan Perjuangkan Aspirasi Guru di DPRD
DPRD Tulungagung Desak Kenaikan Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi 1 Juta Rupiah
Menyemai Benih Pemimpin, Malam Refleksi Rahayu Saraswati di Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:53

KCB Desak Kejagung Perintahkan Kejati Jatim Segera Rilis Tersangka Kasus Korupsi PT DABN

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:19

Sinergi Pucanglaban: Implementasi Arahan Presiden melalui Aksi Korve dan Perbaikan Infrastruktur

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:39

Semrawut Kabel Fiber Optic Tulungagung : Anggota Legislatif Fuad Ashari Desak Ketegasan Eksekutif

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:42

Rivqy Abdul Halim Minta Pertamina Perkuat Mitigasi Bencana dan Reaktivasi Depo BBM di Jember

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:49

Aspal Panas Tulungagung Jadi Saksi: Nestapa Guru PPPK Paruh Waktu yang Terlupakan

Berita Terbaru