Ketatnya Persaingan Beasiswa, Rektor UNISMA dan Nafia Humaira Ungkap Kesalahan Umum dan Solusinya

Avatar

Selasa, 11 Maret 2025 - 21:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Jawa Timur- Setelah lulus, mahasiswa dihadapkan pada tiga pilihan; Bekerja, Melanjutkan Studi, atau Berwirausaha (BMW). Dalam konteks ini, beasiswa menjadi jalur strategis bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan lebih tinggi. Namun, banyak mahasiswa gagal meraih beasiswa bukan karena minimnya peluang, melainkan akibat kesalahan yang sering diabaikan.

Isu ini menjadi fokus utama dalam UNISMA Career Days, sebuah acara yang dirancang untuk membekali calon wisudawan dalam menghadapi dunia pasca kelulusan. Acara yang digelar pada 18 Februari 2025 di Gedung Pascasarjana UNISMA lantai 7 ini dipimpin langsung oleh Rektor UNISMA Prof. Junaidi sebagai narasumber utama, dengan Menteri Pendidikan BEM UNISMA, Neni Zulfatun Nafia Humaira yang membersamai diskusi tersebut.

BACA JUGA :  Semarakkan Hari Santri Nasional, IAIN Madura Adakan Lomba Orasi Empat Bahasa

Prof. Junaidi menegaskan bahwa kunci utama dalam memperoleh beasiswa adalah inisiatif mahasiswa dalam mencari informasi. Banyak mahasiswa yang gagal bukan karena kurangnya program beasiswa, melainkan karena tidak proaktif dalam menggali berita dan memahami persyaratan yang ditetapkan oleh masing-masing penyedia beasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi beasiswa itu harus dicari, tidak akan datang dengan sendirinya. Saat ini, kami hanya memberi pengantar, karena setiap instansi dan departemen memiliki persyaratan yang berbeda,” paparnya

Ia juga menegaskan bahwa persaingan beasiswa semakin ketat, terutama dari pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya fokus pada beasiswa dalam negeri, tetapi juga menjajaki peluang di luar negeri

BACA JUGA :  Hikmah Qurban: Belajar dari Keikhlasan Nabi Ibrahim – Tausiyah Dr. Suheri di Desa Purnama

“Kompetisi akan semakin ketat jika hanya mengandalkan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Jangan terpaku pada satu sumber, beasiswa luar negeri bisa menjadi alternatif. Yang terpenting adalah persiapan yang matang, terutama dalam penguasaan bahasa,” sambungnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Nafia menyoroti kekhawatiran pemotongan anggaran di berbagai kementerian akan berpotensi berdampak langsung pada program beasiswa. Jika anggaran berkurang, kemungkinan jumlah penerima beasiswa juga ikut menyusut.

“Pemangkasan anggaran bisa berdampak pada jumlah penerima beasiswa. Artinya, mereka harus lebih gigih mencari alternatif lain, baik dari lembaga non-pemerintah maupun beasiswa luar negeri, agar tetap bisa melanjutkan studi tanpa terganjal keterbatasan dana,” ujar Nafia.

BACA JUGA :  Kongres ke VIII BEM PTNU SeNusantara Resmi Dibuka di Universitas Pondok Pesantren Nurul Jadid

Sebagai penutup, Prof. Junaidi berpesan kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan ilmu hingga ke jenjang magister serta tetap berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama.

“Jaga semangat untuk belajar, dan ketika sudah sampai jenjang magister, tetaplah berkhidmah di Nahdlatul Ulama, karena NU membutuhkan orang yang berilmu sekaligus berakhlak baik,” pesannya.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan tersebut dan mengambil langkah proaktif, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan peluang mendapatkan beasiswa dan sukses dalam studi lanjut.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koordinator ASJ Minta KPK Awasi Praktik Jual Beli Proyek di Sumatera Selatan
Bencana di Sumatera, FRPB Pamekasan Kirim Bantuan Tahap Pertama 
Menko Polkam Kirim Bantuan Darurat ke Aceh Tamiang, Bagi Korban Banjir dengan Helikopter
Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Apresiasi Kepala BNN Berhasil Tangkap Buronan Gerbong Narkoba Internasional
Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia : Pemdes Jatigembol Bersama BKKBN Gelar Acara Selantang
Pemerintah Berikan Respon kepada Kritik dari Eks Prajurit PTDH secara Proporsional
 10 Motor Pembalap Liar di Pitu Di Amankan polisi
Perkuat Kontribusi Sosial, Rombsis Audiensi ke Ketua MPR RI Jelang Rakernas dan Pengukuhan Pengurus

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:55

Koordinator ASJ Minta KPK Awasi Praktik Jual Beli Proyek di Sumatera Selatan

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:12

Bencana di Sumatera, FRPB Pamekasan Kirim Bantuan Tahap Pertama 

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:59

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Apresiasi Kepala BNN Berhasil Tangkap Buronan Gerbong Narkoba Internasional

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:10

Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia : Pemdes Jatigembol Bersama BKKBN Gelar Acara Selantang

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:47

Pemerintah Berikan Respon kepada Kritik dari Eks Prajurit PTDH secara Proporsional

Berita Terbaru