Perempuan, Kaum Rentan Yang Lebih Berisiko Terdampak Bencana Alam

Gmnstiar R.

Kamis, 16 Januari 2025 - 12:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Putri Raudhatul Jannah (Ketua KOPRI Komisariat Universitas Bondowoso)

Jatim Aktual, Opini- Dalam kurun waktu 1 bulan telah terjadi beberapa bencana alam banjir di Kabupaten Bondowoso. Hal ini disebabkan oleh cura hujan yang tinggi belakangan ini. Beberapa daerah seperti Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan dan Desa Jebbung, Kecamatan Tlogosari terendam banjir. Bencana ini menyebabkan rusaknya sanitasi, rumah, hingga lahan pertanian warga.

Dilansir dari UN Women, perempuan dan anak-anak lebih berisiko mengalami cedera dan kematian ketika terjadi bencana alam. Ini disebabkan oleh konstruksi sosial yang menempatkan perempuan di wilayah-wilayah domestik seperti memasak, mencuci dan pekerjaan rumah lainnya. Selain itu perempuan dan anak-anak juga cenderung mengalami kesusahan ketika menyelamatkan diri saat terjadi musibah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti Bencana banjir yang terjadi pada tanggal 9 Januari sore hari di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan yang Salah seorang korban nya adalah seorang Pekka (Pengganti Kepala Keluarga) yang hidup sebatang kara. Rumah, harta benda dan hewan ternaknya hanyut dibawa air, korban juga tidak sempat mengungsi karena air datang secara tiba-tiba membuat korban terjebak di area rumahnya. Warga setempat juga menceritakan bahwa salah seorang nenek yang rumahnya terdampak banjir juga tidak sempat mengevakuasi diri sehingga harus dibantu oleh tim SAR.

BACA JUGA :  Dolomit SATARA akan Diluncurkan 10 November 2025, Simbol Pahlawan Tanah Nusantara

Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di desa Gunungsari, Maesan, Bencana Banjir yang terjadi di Desa Jebbung, Kecamatan Tlogosari menyebabkan rusaknya pipa saluran air sehingga masyarakat kehilangan air bersih yang biasa digunakan sehari-hari. Ibu-ibu yang biasanya memasak dan mencuci dari air yang dialirkan ke pipa-pipa ke rumah jadi tidak bisa melakukan aktivitas sehari-harinya.

BACA JUGA :  Menjaga Tradisi Peringati Hari Ganti Monggo Ke 2 Desa Tlogo Wero Adakan Pentas Seni

Hal serupa juga terjadi pada bencana Tsunami Aceh beberapa tahun silam tepatnya pada tahun 2004. Data menunjukkan sebanyak 55-70% korban meninggal adalah Perempuan. Kerentanan Perempuan terhadap bencana juga terjadi pada skala global. Mayoritas korban pada bencana gelombang panas di Prancis pada tahun 2003 adalah perempuan, pun demikian korban Badai Katrina di Amerika Serikat juga didominasi oleh perempuan.

Sebenarnya sejak 2014, BNPB (Badan Penanggulangan Bencana) telah mengeluarkan regulasi mengenai pengarustaamaan gender dalam hal penanggulangan bencana yang memuat penanggulangan bencana secara menyeluruh dari masa mitigasi (pra bencana), saat masa tanggap darurat, hingga pasca bencana. Namun yang terjadi adalah masih banyak celah yang menyebabkan banyaknya korban yang mendapat dampak saat terjadi bencana.

BACA JUGA :  Algoritma Media Sosial: Musuh Diam-diam Bahasa Indonesia

Studi yang dilakukan pasca Tsunami Aceh menunjukkan jumlah keterlibatan Perempuan dalam pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) sudah diatas 30%, namun karena kultur yang tidak membiasakan perempuan berbicara di depan publik membuat mereka enggan untuk berbicara dan pendapat mereka pun jarang dianggap penting.

Berdasarkan beberapa kejadian berikut diperlukan strategi mitigasi/ penanggulangan bencana yang inklusi dan responsif gender. Semua kalangan baik laki-laki atau perempuan harus mendapat edukasi tentang penanggulangan bencana guna mendapatkan solusi dari segala permasalahan yang ada. Pemerintah pusat, daerah hingga masyarakat harus sama-sama berpartisipasi dalam proses penanggulangan bencana agar semua tercipta lingkungan yang aman dan resilient. Kesiap siagaan serta resiliensi menjadi krusial dalam membangun ketahanan sebuah komunitas guna mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Kolaborasi Strategis, SMA Muhammadiyah 10 Gresik dan Fakultas Psikologi UMM Perkuat Layanan BK dan Pendidikan Karakter
SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Teken MoU dengan Politeknik Negeri Malang Dukung Karier Lulusan
Bahasa Indonesia di Persimpangan Zaman: Antara Identitas, Gengsi, dan Tantangan Global
Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat
Madas di Persimpangan Etika: Darsam dan Batas Keberanian yang Hilang
CV Ayunda Permata Sejahtera kembali Berangkatkan Puluhan karyawannya Umroh Gratis, Bambang Budianto: Aset Paling Mahal bukan Gedung atau Mesin
Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Kayuputih, Warisan Kyai Raden Mas Su’ud dan Mimpi Global Keturunannya
Penyebab Utama Banjir di Tahun 2026: Peran Lingkungan dan Kesadaran Manusia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:01

Bangun Kolaborasi Strategis, SMA Muhammadiyah 10 Gresik dan Fakultas Psikologi UMM Perkuat Layanan BK dan Pendidikan Karakter

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:46

SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Teken MoU dengan Politeknik Negeri Malang Dukung Karier Lulusan

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:35

Bahasa Indonesia di Persimpangan Zaman: Antara Identitas, Gengsi, dan Tantangan Global

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:00

Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:57

Madas di Persimpangan Etika: Darsam dan Batas Keberanian yang Hilang

Berita Terbaru