Jelang Pilkada Cabup Petahana Sumenep Diduga Backup 5 Tersangka Perangkat Desa Badur

Avatar

Rabu, 30 Oktober 2024 - 23:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Sumenep – Polemik Pengrusakan yang dilakukan perangkat Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep kembali mencuat di kalangan masyarakat, meski 5 perangkat desa sudah ditetapkan tersangka dan telah ditahan.

Pasca penahanan 5 perangkat desa tersangka perusakan lahan milik warga desa Badur bernama Nawawi tersebut, Kepala Desa Badur Atnawi diduga menemui orang-orang yang mempunyai pengaruh di Sumenep agar bisa meloloskan 5 perangkat desanya.

Menurut pengakuan Nawawi, upaya kepala desa Badur tersebut sudah bukan rahasia lagi di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini warga yang selalu mengikuti tingkah laku kepala desa, mengetahui jika kepala desa mendatangi Fauzi Wongsoyudo yang sedang cuti jelang pilkada,” kata Nawawi dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).

BACA JUGA :  Tak Berdaya Hadapi Aktivis Sumenep Forum, Kepala DPMD Disebut Seperti Anak SD

Kepala Desa Badur, kata Nawawi, juga diduga meminta perlindungan Bupati Sumenep yang saat ini juga menjadi calon petahana pemilihan Bupati Sumenep 2024, Achmad Fauzi Wongsuyodo.

“Lebih jelasnya setelah kandas pada beberapa orang yang berpengaruh, Kades pada akhirnya menghadap mantan bupati untuk minta perlindungan.
Pertanyaan dalam benak masyarakat, Akankah mantan bupati Fauzi melindungi dan membela perangkatnya yang telah mendholimi warganya???,” jelasnya.

BACA JUGA :  BPN Pamekasan Terindikasi Jadi Sarang Mafia Tanah, Para Pihak Desak BPN Bongkar Warkah yang Diduga Dihilangkan

Pasalnya, menurut pengakuan Nawawi, ada empat orang datang kepadanya mengaku utusan dari Bupati Achmad Fauzi beralasan ingin melakukan negosiasi atas 5 perangkat desa yang jadi tersangka, namun diduga ada intimidasi di situ.

“Salah satunya staff kecamatan Batuputih. Mereka melakukan intimidasi dengan cara halus dan bujuk rayu dengan menjanjikan akan menguruskan sertifikat serta akan mengembalikan posisi tanah sawah yang telah dirusak dengan menimbun batu putih,” terang Nawawi.

Nawawi yang dikenal sebagai tokoh agama di Desa Badur dan sekitarnya, ini mendapat pembelaan dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan perusakan lahan miliknya, bahkan beredar kabar bahwa sebagian masyarakat siap melakukan demo besar-besaran ke Bupati untuk membela Nawawi.

BACA JUGA :  Kepala BKPSDM Dampingi Wabup Sumenep, Serahkan SK Bupati Kepada P3K, Formasi 2023

Harapannya, para tersangka perusakan lahan milik Nawawi diproses secara hukum dan mendapat hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.

“Harapan masyarakat para tersangka menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Sumenep. Beberapa warga bahkan memuji kinerja Polres Sumenep beserta jajarannya yang telah menegakkan keadilan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesabaran Habis! Warga Bulangan Barat Ultimatum Polres Pamekasan Lewat Aksi Massa
Putusan MA Sudah Inkrah, Tapi BPN Mabar Masih Diam: Ada Apa dengan Tanah 11 Ha Keranga?
Jaga Data Pribadi, Benteng Pertama dari Jerat Pinjol Ilegal
Hotel Mewah St. Regis di Kerangan Gagal Berdiri, Santosa Kadiman Kini Berhadapan dengan Pidana di Bareskrim
Hutan Adat di Ketapang Dibabat, Warga Desak Pemerintah Bertindak
Kapolres Tanah Karo Terima Kunjungan Masyarakat Doulu Terkait Ancaman Senjata Api di Dekat Pos Pengutipan Retribusi Air Panas
Marsel Agot Oknum Imam Katolik dan PH-nya Segera Konpres, Tunjukkan Surat Kepemilikan Tanah di Batu Gosok
Narkoba di Vape Marak, Capt. Hakeng: Pelaut Bisa Jadi Korban Tak Sadar dan Terancam Pidana serta Karir Kandas

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:01

Kesabaran Habis! Warga Bulangan Barat Ultimatum Polres Pamekasan Lewat Aksi Massa

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:49

Putusan MA Sudah Inkrah, Tapi BPN Mabar Masih Diam: Ada Apa dengan Tanah 11 Ha Keranga?

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:03

Jaga Data Pribadi, Benteng Pertama dari Jerat Pinjol Ilegal

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:47

Hotel Mewah St. Regis di Kerangan Gagal Berdiri, Santosa Kadiman Kini Berhadapan dengan Pidana di Bareskrim

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:21

Hutan Adat di Ketapang Dibabat, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Berita Terbaru