Aliansi Santri Untuk Harmoni Jember melaporkan akun tiktok yang mengatasnamakan fawaituntukjember yang menyebarkan informasi hoax/palsu yang mengandung unsur ujaran kebencian dan adu domba ke sentra Gakumdu, Bawaslu Jember, selasa sore, 29 Oktober 2024. Dalam konten tersebut terdapat gambar paslon 02 (Fawait-Djoko) memuat kalimat Jih Hendy & Gus Firjaun adalah PKI yang dinilai bermotif adu domba dan fitnah.
Aliansi Santri Untuk Harmoni Jember ini, diwakili oleh Mahathir Muhammad dan Abu Yazid Merdeka. Keduanya mewakili ratusan elemen santri yang merasa terpanggil dan resah atas adanya penyebaran meme atau informasi yang sangat provokatif dan berpotensi mengadu domba masyarakat di akar rumput.
“Kami loyalis Gus Fawait dan Gus Firjaun adalah guru masyarakat Jember. Sebenarnya ada ratusan santri yang akan turun, namun kami tahan, dan kami berjanji untuk mewakili. Adanya meme tersebut berpotensi membenturkan masyarakat akar rumput terutama komunitas pesantren. Kami sudah melaporkannya ke sentra Gakumdu, Bawaslu Jember,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahathir menambahkan bahwa tindakan tersebut sangat memecah belah masyarakat Jember dan merugikan pasangan calon Gus Fawait – Djoko yang difitnah seolah-olah paslon nomor urut dua yang membuat meme tersebut. Mahathir sangat yakin tidak mungkin Gus Fawait memerintakan melakukan hal terdebut, sebaliknya Gus Firjaun juga tidak akan melakukan hal demikian.
“Kami sudah menyampaikan dengan detail kronologis kejadian, dan kami memang cepat melaporkan agar mata rantai penyebar meme hoax tersebut cepat terungkap dan mudah ditracking. Karena akunnya masih baru,” paparnya.
Abu Yazid Merdeka yang ikut melaporkan mengungkapkan bahwa paslon nomor urut 02 (Fawait-Djoko) adalah pihak yang paling dirugikan. Tak hanya itu, ia menilai tindakan ini sudah tidak bermoral menciderai proses demokrasi dalam gelaran Pilkada Jember 2024.
“Kami meminta kepada APH untuk menindak siapapun yang membuat konten ini, meskipun jika pembuatnya tim 01 maupun 02. Ini sudah memancing konflik masyarakat ditingkat bawah,” ungkapnya.











