Jatim Aktual, Sumenep – Acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) KM UNIBA MADURA menuai polemik dikalangan mahasiswa, karena ramai diperbincangkan pihak kampus diduga mendapatkan anggaran Rp. 20.000.000 juta dari paslon cabup dan cawabup tertentu untuk mempromosikan bukunya.
Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, sangat tidak etis perguruan tinggi dijadikan tempat kampanye atau terang-terangan mempromosikan salah satu cabup dan cawabup.
“Seharusnya peran BEM KM UNIBA Madura sebagai kaum intlektual dan sosial kontrol lebih profesional dalam menyikapi proses pilkada di Kabupaten Sumenep ini”, katanya, saat dikonfirmasi seusai acara bedah buku. Senin (28/10/2024)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kalau mengenai aturan, memang tidak ada larangan kampanye diperguruan tinggi, akan tetapi hal tersebut sangat tidak etis dengan isu pihak kampus dan BEM yang diduga mendapatkan bayaran sebesar Rp. 20.000.000 juta.
“Informasi yang kami dapat, acara bedah buku ini didanai oleh paslon cabup dan cawabup, dengan nominal yang cukup besar, yaitu yang sudah saya sebutkan tadi, dan pada saat acara kami hanya mendapatkan camilan, air, beserta buku yang di bedah” terangnya
Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) UNIBA Madura, dan Dekan Fakultas, saat dikonfirmasi melalui via chat dan telepon whatsApp oleh kordinator media jatimaktual.com tidak merespon sama sekali.
Bahkan hingga dikonfirmasi kepada Wakil Rektor (Warek) II yang bersangkutan mengatakan tidak mengikuti secara pasti dikarenakan ada tugas keluar kota, dan saat dikonfirmasi kepada Warek I pada saat itu sedang rapat, dan hingga berita ini dinaikkan yang bersangkutan juga belum memberikan kabar serta keterangan pasti mengenai persoalan tersebut.











