Generasi Muda Penyongsong Eksistensi Bahasa Jawa di Era Modern

Avatar

Sabtu, 22 Juni 2024 - 09:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Artikel – Bahasa Jawa adalah bahasa yang memiliki banyak penutur di Indonesia, khusunya di pulau Jawa. Bahasa Jawa merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya dan perlu dijaga kelestariannya. Bahasa Jawa tidak hanya digunakan untuk alat berkomunikasi saja, lebih dari itu, bahasa Jawa menyimpan identitas budaya yang menjadi jati diri masyarakat Jawa dan menjadi bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

Namun, di era modern ini bahasa Jawa kini menghadapi tantangan besar untuk tetap eksis. Derasnya arus globalisasi, gaya hidup perkotaan, dan dominasi teknologi telah menyebabkan banyak generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya populer dan bahasa asing, sehingga minat untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Jawa semakin berkurang. Kondisi ini dapat mengancam eksistensi bahasa Jawa dan pada akhirnya juga mengikis identitas budaya Nusantara yang terkandung di dalamnya.

Menjaga eksistensi bahasa Jawa di era modern ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, sebagai generasi muda kita membutuhkan strategi yang berkelanjutan untuk mewujudkannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya pelestarian harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan menanamkan kebiasaan menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa Jawa sejak dini kepada anak-anak mereka.

BACA JUGA :  Budak Narkoba Mendekam Usai Transaksi

Selanjutnya, dunia Pendidikan juga memiliki peran penting dalam melestarikan bahasa Jawa. Pembelajaran bahasa Jawa harus diberikan porsi yang cukup dalam kurikulum sekolah, baik ditingkat dasar maupun menengah.
Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam upaya pelestarian.

Pemerintah perlu menyusun kebijakan dan program yang mendukung pengembangan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa. Dan perlunya anggaran yang memadai guna untuk menjamin keberlangsungan upaya pelestarian ini.
Selain pengaruh dari pihak keluarga, dunia Pendidikan, dan pemerintahan, masyarakat juga mempunyai pengeruh besar tehadap eksistensi tersebut.

Terutama dari generasi muda, harus dilibatkan secara aktif dalam barbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa Jawa.

Namun berbeda dengan realita yang kita jalani hingga saat ini. Nyatanya kita sebagai generasi muda masih kurang baik dalam malestarikan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi maraknya bahasa asing yang lebih dianggap keren dan produktif untuk mengadapi perkembangan zaman yang serba canggih ini. Minimnya tenaga Pendidik diberbagai tingkat sekolah juga menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan demi keberlangsungan bahasa Jawa.

BACA JUGA :  Closing Ceremony Harlah ke-27, UKM PI & Riset IAIN Madura Selenggarakan Seminar Nasional

Selain perkembangan zaman, yang menjadi penghambat lestarinya bahasa Jawa adalah dari segi bahasa itu sendiri. Karena bahasa Jawa terkenal dengan kerumitan tingkatannya (pembagiannya).

Seperti yang telah kita ketahui ada banyak sekali tingkatan dalam bahasa Jawa, ada ngoko lugu, ngoko alus, kromo inggil, kromo lugu, dan juga madya. Yang hingga saat ini masih banya Masyarakat Jawa yang kesusahan untuk memahami tingkatan tersebut, sehingga sulit untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda, kita juga dapat berkontribusi dengan memanfaatkan teknologi dan media digital untuk mempromosikan bahasa Jawa. Salah satu cara yang efektif dilakuakn adalah dengan mengembangkan konten kreatif berbahasa jawa yang dapat menarik minat semua kalangan khususnya generasi muda, seperti film, musi, buku, atau platform digital. Apalagi di zaman yang serba canggih ini hampir semua masyarakat mempunyai aplikasi-aplikasi yang didalamnya selalu berisi konten viral para creator, seperti Tiktok, Instagram Youtube, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, bahasa Jawa dapat hadir dalam kemasan yang lebih modern dan relevan dengan kehidupan saat ini.

BACA JUGA :  Sumpah Pemuda : Transformasi Gerakan Dari Tepi Ke Tengah-Tengah Panggung Peradaban

Sejatinya, pelestarian bahasa Jawa bukan hanya tanggung jawab segelintir orang, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Karena bahasa Jawa tidak hanya menjadi tanggung jawab Masyarakat saja, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan identitas budaya Nusantara yang menjadi warisan Bersama seluruh bangsa Indonesia. Dengan upaya yang berkelanjutan dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan kita dapat menjamin eksistensi bahasa Jawa di era modern ini.

Kita generasi penerus bangsa, mari bersama-sama ikut aktif berpartisipasi dalam upaya pelestarian bahasa Jawa. Jangan biarka bahasa ini punah dan hilang ditelan zaman. Tunjukkan kepedulian kita terhadap bahasa Jawa, dan jadikan upaya pelestarian ini sebagai panggilan mulia untuk menjaga warisan budaya Nusantara yang adiluhung. Dengan semangat dan komitmen yang kuat, kita dapat menjamin kelestarian bahasa Jawa dan menjadikannya sebagai kebanggaan bangsa Indonesia sepanjang masa.

Oleh : Ajeng Hurun Ein Yesyrina, Mahasiswa Universitas KH Mukhtar Syafa’at

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melawan Glorifikasi “Begadang” dalam Pendidikan: Perspektif Neurosains
Antara Tradisi Dan Inovasi: Menata Pembaruan Hukum Berbasis Kearifan Lokal
Sumpah Pemuda : Transformasi Gerakan Dari Tepi Ke Tengah-Tengah Panggung Peradaban
Jihad Santri dan Peran Pesantren di Era Modern
Rakyat Kangean Bersatu dalam Penolakan Rencana Pertambangan Migas; Pasti akan menang!
Mencari Nahkoda: Kepala Dinas Kritis dan Berintegritas dengan Penerjemah Visi Pamekasan Maju
Transformasi Kepemimpinan Universitas Ibrahimy: Harapan Baru dari Kampus Pahlawan Santri
Ancak Agung Situbondo : Tradisi tanpa Konspirasi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 07:55

Melawan Glorifikasi “Begadang” dalam Pendidikan: Perspektif Neurosains

Minggu, 2 November 2025 - 16:18

Antara Tradisi Dan Inovasi: Menata Pembaruan Hukum Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:40

Sumpah Pemuda : Transformasi Gerakan Dari Tepi Ke Tengah-Tengah Panggung Peradaban

Jumat, 24 Oktober 2025 - 19:28

Jihad Santri dan Peran Pesantren di Era Modern

Kamis, 23 Oktober 2025 - 23:06

Rakyat Kangean Bersatu dalam Penolakan Rencana Pertambangan Migas; Pasti akan menang!

Berita Terbaru