TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Nyantrinya Mahasiswa adalah Aset Bangsa

Avatar

Jatim Aktual, Artikel – Zaman yang semakin maju seperti sekarang ini, kita tidak bisa menghindar dari pengaruh globalisasi, oleh karena itu peran pendidikan menjadi sangat penting untuk menyikapi hal tersebut. Di sisi lain  kita sudah memasuki generasi Z yang tidak bisa terpisah dengan hal-hal yang berbau dengan teknologi.

Maka untuk mengatasi hal itu, peran pendidikan disini sudah tidak dapat disepelekan lagi. Membahas mengenai Pendidikan, tidak hanya sekedar  tentang menulis, membaca, menghitung atau mendengarkan saja. Tetapi, Pendidikan adalah fondasi awal membentuk bangsa yang berkarakter. Tidak hanya itu, melalui Pendidikan juga bisa mendorong berpikir kritis, mengasah keterampilan juga membangun individu yang siap berkontribusi dan juga berkompetisi di tengah-tengah masyarakat. Nilai-nilai moral seperti integrasitas, berjiwa tanggung jawab, saling menghormati bisa didapat melalui jalur pendidikan.

Di indonesia, pondok pesantren menjadi Lembaga Pendidikan tertua. Pesantren sebagai lokalnya, dan santri sebagai pengamalnya, telah mengembangkan pendidikan karakter dari zaman dulu, bahkan hingga saat ini keberadaanya semakin diminati oleh masyarakat.

Pesantren yang memiliki sifat fleksibelitas selalu mengadaptasikan dirinya untuk mengikuti tuntutan zaman yang semakin modern ini tetapi  tidak melupakan identitasnya dan tetap melestarikan  karakteristik kepesantrenannya. seperti sekarang ini, pesantren  tidak hanya memiliki Pendidikan non formal saja tetapi juga menyediakan pendidikan formalnya bahkan tidak sedikit yang sudah mencapai jenjang pendidikan tinggi, itu karena pesantren adalah Lembaga pendidikan yang bertujuan menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu penguetahuan umum.

Tidak hanya sebagai Lembaga Pendidikan, pesantren juga menjadi sebuah wadah untuk berdakwah, pemberdayaan masyarakat juga sebagai bagian internal dalam membentuk kekuatan bangsa bahkan disebutkan di dalam sejarah bahwa pesantren ikut berperan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari genggaman penjajah. Salah satu bukti nyata bahwa santri ikut andil dalam proses kemerdekaan yaitu adanya resolusi jihad pada 22 oktober 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai hari santri pada tahun 2015. Tidak heran jika hal itu melahirkan banyak tokoh pahlawan nasional dari kalangan santri.

Dalam konteks Pendidikan, semua pelajar mempunyai tanggung jawab untuk mencari pengalaman, menambah pengetahuan, mengasah skill serta berpikir kritis dalam semua hal terlebih lagi dengan mahasiswa. Mahasiswa dalam proses Pendidikan tinggi  memiliki peran subtansial untuk menjadi penentu masa depan bangsa, karena merekalah yang paling siap dalam membangun peradaban bangsa.

 Disebutkan dalam undang-undang republik indonesia nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi, bahwa untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala aspek, seperti teknologi, budaya dan Pendidikan diperlukan Pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter Tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa.

Maka untuk menuju pencapaian yang gemilang dan sesuai harapan bangsa peran mahasiswa yang di prediksi menjadi pengawal dalam kemajuan bangsa, maka diperlukan mahasiswa yang bisa membawa perbahan positif bagi bangsa karena sekarang ini dalam sema aspek kehidupan tidak lepas dari campur tangan mahasiswa.

Di sisi lain, hal itu harus dibarengi dengan etika dan moral yang selaras dengan tujuan bangsa. Tetapi Ketika kita melihat di dalam dunia perkuliahan pasti tidak sedikit permasalahan yang di hadapi mahasiswa yang terkadang membuat mereka masuk dalam organisasi keagamaan untuk mencari akhir permasalahan yang mungkin nantinya akan mendapatkan oase penyelesaiannya tanpa melihat latar belakang organisasinya. Sehingga tidak sedikit darinya yang terjerumus dalam radikalisme.

Menjadi mahasiswa sekaligus santri adalah salah satu jalan yang paling efektif untuk menghindari hal-hal negative hiruk piruk perkuliahan. Karena selain kehidupan pesantren yang memiliki peraturan pembatasan, mahasiswa yang nyantri pasti memiliki nilai karakteristik yang baik sesuai yang di tanamkan di pesantren, seperti mempunyai kedisiplinan yang tinggi. bagaimana tidak mahasiswa yang nyantri pasti lebih banyak memiliki kesibukan dan kegiatan sehingga menuntun mereka untuk mengatur waktu sehingga bisa menyelesaikan semua pekerjaan bukan malah menjadi individu yang mau diatur waktu.

Dengan demikian memang sudah sepantasnya produk pesantren ikut berkecimpung dalam ranah kepemimpinan bangsa. Hal ini juga didukung dari personalitas santri yang dibentuk di pesantren. Mereka memilki kearifan, kecakapan, serta kompetisi ilmu yang seimbang. Generasi muda yang memperoleh pendidikan pesantren sangat mungkin untuk menjadi warga negara yang baik dan bisa menjadi pemimpin dengan contoh.

Identitas diri

Nama       : Ulfatul Lutfiyah

Identitas   : Mahasiswa  Universitas KH.Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi

Organisasi: HMPS PBI