Dampak Merebaknya Bullying Diera Gen–Z

Avatar

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Artikel – Istilah kata bullying sudah tidak asing lagi kita dengar  dikalangan masyarakat indonesia bahkan sudah mencapai masyarakat dunia. Bahkan Kasus bully menjadi perbincangan hangat hingga sekarang, khasus bully sering ditemukan pada kalangan anak –anak sampai dewasa, tetapi juga terkadang tidak sedikit ditemukan  pada lingkungan orang tua. Tetapi  akhir – akhir ini khasus pembuliyan kerap terjadi pada kalangan anak – anak usia sekolah.

Menurut American Psychological Association, bullying adalah suatu bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk melukai atau mengakibat kan ketidak nyamanan pada orang lain. Bullying bisa dilakukan secara fisik, lisan, maupun cara lain yang lebih halus seperti memaksa atau mamanipulasi.

Kegiatan bullying bisa merugikan banyak pihak yang terlibat, baik korban bullying, pelaku bullying, bahkan yang menyaksikan bullying. Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan mental maupun fisik korban. Pada khasus berat prilaku bullying dapat menadi pemicu tindakan – tindakan fatal, seperti bunuh diri dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keinginan untuk melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya, tetapi ada sebab yang mempengaruhi yang bisa berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun diri sendiri. Ini sebagian dari penyebab bullying yang sering teradi pada lingkungan kehidupan sehari – hari : Pertama, pernah menjadi korban tindak kekerasan, mereka yang pernah merasakan atau mengalami tindakan tersebut maka dia tidak segan untuk melakukan hal yang sama.

BACA JUGA :  INKONSISTENSI & POTENSIAL COUNFLICK INTEREST TERHADAP  PASAL 100 UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 2023

Kedua, tidak bisa mengontrol diri, mereka yang tidak bisa mengontrol dirinya pasti akan cepat emosi dan ringan dalam melakukan banyak hal yang bersifat negatif dan dapat merugikan orang lain seperti membully atau merundung.

Ketiga, pengaruh dari orang – orang sekitarnya untuk ikut membully, pengaruh ini juga  cukup mendominasi karena dengan adanya interaksi negatif yang tergolong sering akan menimbulkan sifat ketergantungan melakukan kegiatan negatif pula.

Keempat, selalu ingin mendominasi dan berkuasa atas orang lain, sifat ini benar – benar mempengaruhi banyak atas penyebab terjadinya bullying dilingkungan kehidupan sehari – hari, karena dengan memiliki sifat tersebut kita akan merasa harus menang atas segala hal yang kita ingin kan.

BACA JUGA :  PPN 12 Persen:Asas Keadilan atau Kesengsaraan Bagi Rakyat?

Teradapat bebrapa jenis bullying yang terjadi dikehidupan masyarakat yakni yang pertama : bullying secara fisik, bullying secara fisik biasanya akan meninggakan jejak memar pada bagian tubuh seseorang. Tidak hanya melukai tetapi juga merusak barang juga termasuk tindakan bullying fisik. Contoh prilaku yang dilakukan secara fisik seperti menendang, memukul, menjegal, mencubit, bahkan mendorong seseorang.

Bullying secara lisan (verbar), bullying bisa dilakukan secara lisan seperti mengejek, menghina, dan mengolok seseorang. Bullying ini memang tidak meninggal kan bekas pada  luka fisik tetapi pada luka batin yang bisa mengakibat kan gangguan pada mental seseorang.

Bullying secara sosial, bullying yang dilakukan secara sosial biasanya tidak mudah dideteksi. Maka dari itu, jenis bullying ini sering disebut dengan penindasan terselubung (covert bullying). Bertujuan untuk merusak reputasi sesorang odalam lingkungan sosial.

Cyber bullying, bentuk bullying yang baru dikarenakan semakin berkembangnya teknologi, internet dan media sosial. Dengan adanya cyber bullying korban bertambah terus menerus dengan melalui bully lewat sms, pesan di internet, dan media sosial lainnya.

BACA JUGA :  Mendorong Transformasi Ekonomi, Polri Pastikan Stabilitas Pangan Nasional

Dari pembahasan di atas bisa dilakukan adanya cara mengatasi bullying di masyarakat, sebelumnya peran orang tua sangat penting untuk mengatasi tanda – tanda perlakuan bullying terhadap anak, berikut beberapa cara untuk menangani anak yang terdedikasi melakukan bullying adalah : lebih dekat dengan anak, pola asuh orang tua juga menjadi peran penting dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan emosioal anak. Dimulai mendekati anak dengan membangun hubungan komunikasi yang baik, sehingga orang tua dapat mendorong anak mejadi lebih terbuka lagi, agar menjadi tempat untuk bisa mengetahui sumber masalah yang berujung pada tindakan bullying.

Mengawasi penggunan gawai pada anak, membatasi penggunaan gawai pada anak akan sangat berguna untuk mencegah anak menonton konten – konten berbahaya  atau yang tidak sesuai dengan usia yang dapat mengakibatkan dirinya melakukan tindakan bullying.

Mendisplinkan anak tanpa kekerasan, orang tua dapat mendisiplinkan anak tanpa menggunakan kekerasan melainkan dengan cara – cara positif seperti memberitahu bagaimana bahayanya konsekuensi kesalahan yang diperbuatnya, atau memberikan pujian atas prilaku baik yang sudah dilakukan.

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resensi Buku, Ismail : Dari Klan Menjadi Suku
Jazirah Arabia di Mata Rogan
Eksaminasi Parate Eksekusi atas Penetapan Nilai Limit Lelang di Bawah Harga Pasar: Analisis Perlindungan Hukum terhadap Debitur
Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa
Insan Pers Selalu Merdeka Dan Berdaulat 
Uang : Tuhan Berwujud Benda
Bamsoet Luncurkan Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”
Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:12

Resensi Buku, Ismail : Dari Klan Menjadi Suku

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:21

Jazirah Arabia di Mata Rogan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:21

Eksaminasi Parate Eksekusi atas Penetapan Nilai Limit Lelang di Bawah Harga Pasar: Analisis Perlindungan Hukum terhadap Debitur

Senin, 16 Februari 2026 - 14:46

Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Senin, 9 Februari 2026 - 18:39

Insan Pers Selalu Merdeka Dan Berdaulat 

Berita Terbaru