TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apul Kuasa Hukum Laporkan Ke Polda Riau, PT Arara Abadi dan Derektur Buat Laporan Palsu

Avatar

Jatimaktual,Pekanbaru — Houtman melalui kuasa hukum Apul Sihombing SH.MH melaporkan PT Arara Abadi (PT.AA) dan Derektur DIDIK HARSA TANAJA dan NALDO DRIANTA Mapolda Riau Cq Sat Reskrimum

 

Pada hari selasa sekira pukul.09.00 Wib 31 Januari 2023

 

Berdasarkan surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. S.31/Rokum/APP/Kum.6/I/2023. Perihal Pelaksanaan Eksekusi Putusan No. 42/G/LH/2021/PTUN.PBR tanggal 24 November 2021 Jo. No. 19/B/2022/PT.TUN.MDN tanggal 17 Februari 2022 Jo. No. 340 K/TUN/2022 tanggal 12 Juli 2022.

 

Secara substansi surat wakil ketua PTUN pekanbaru tersebut sudah dilaksanakan oleh tergugat I dalam hal ini Men LHK dengan menerbitkan keputusan nomor SK.7725 / MEN LHK.PHPL/UHP/HPL.1/12/2021.tangggal 1desember 2021.

 

Apul Sihombing SH.MH selaku Kuasa Hukum Houtman pada saat dikonfirmasi awak media lalu ,Menyampaikan bahwa kami telah melaporkan balik PT Arara Abadi (PT.AA ) Derektur DIDIK HARSA TANAJA dan NALDO DRIANTA pada SPKT Mapolda Riau, Cq Sat Reskrimum adanya yang diduga membuat laporan palsu dan pencemaran nama baik terhadap klien saya Houtman.

 

“Adapun bukti kami yang sudah serahkan dalam laporan yaitu surat dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan bahwa Industri (RKUPPHK-HTI) untuk jangka waktu 10 sepuluh tahun pereode 2017-2026 atau nama PT Arara Abadi diprovinsi Riau,Area seluas 2090 HA di Desa Palas kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan dinyatakan tidak berlaku lagi, dan sesuai surat keputusan nomor 7725/MenLHK PHL/UPH/HPL.1/12/2021 yang sudah ditembuskan kepada PT Arara Abadi,””Koq bisa Derektur nya tidak tau dan ada ap? ,”Tegas Apul

 

Apul terkait laporan ini, “Saya selaku kuasa hukum Houtman dan sangat berharap kepada Bapak kapolda Riau dan Dir Satreskrimum sekiranya agar bisa dapat menindaklanjuti laporan klien kami yang sesuai pula dengan fakta di lapangan maupun secara surat yang telah diputuskan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan di PT TUN. “Ujarnya Apul

 

 

Pelapor Houtman dalam keterangannya dan, “Mengatakan PT.TUN telah mencabut surat dari PT Arara Abadi, dan itu pada tanggal 1 Desember 2021, Yang sementara saya di laporkan pada 10 Desember 2021.oleh oknum

 

Pihak PT Arara Abadi diduga tidak mengindahkan putusan dari PT.TUN dengan melaporkan Houtman ke Polda Riau beberapa waktu lalu, dan atas laporan tersebut membuat Houtman merasa dirugikan, yang harus bolak balik dari Pelalawan ke Pekanbaru guna menjalankan persidangan atas laporan tersebut.

 

Dalam hal laporan PT Arara Abadi, juga diduga Polda Riau cq Ditreskrimum tidak mentelaah laporan dari PT Arara Abadi yang menjadikan Houtman sebagai tersangka.”Tegas Houtman

 

Dengan dilaporkan nya balik PT Arara Abadi ke Polda Riau terkait laporan yang diduga tidak sah, Houtman berharap agar Polda Riau dapat memberikan keputusan yang adil sesuai data dan fakta di lapangan dan pihak PT Arara Abadi dapat mempertanggungjawabkan atas laporan yang telah merugikan diri saya. “Harapnya Houtman (Aliap)