Kasus OTT Raskin Desa Campor Tahun 2015 Jalan di Tempat, Abd. Rohim: Sepertinya BB Sudah Tidak Ada

Editor JA

Jatim Aktual, Pamekasan – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) bantuan beras miskin (Raskin) yang melibatkan mantan kades Campor Kecamatan Proppo Kab. Pamekasan, hingga kini belum ada kepastian hukum. Jum’at, 6/1/23.

Kasus OTT tersebut terjadi pada tahun 2015 silam, namun proses hukum diduga masuk angin.

Pasalnya, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihak aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini ditangani oleh Polres Pamekasan.

Dari penuturan Abd. Rohim, Dusun Jalbudan, Desa Campor, salah satu saksi yang dipanggil oleh penyidik Polres Pamekasan saat itu (2015), ada sekitar 20 saksi yang dipanggil, termasuk dirinya.

Namun tidak hanya 20 orang yanh dimintai keterangan, selebihnya disidik langsung di rumah masing-masing saksi.

Menurut Abd. Rohim, dirinya memberikan kesaksian terkait bantuan raskin yang didistribusikan oleh perangkat desa setempat.

“Saat masa jabatan kades sebelumnya, bantuan raskin yang kami terima biasanya 1 plastik, kalau ditakar ada yang sampai 1 gantang, ada tidak sampai,” ujarnya kepada media.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima tidak datang setiap bulan.

“Dalam setahun ada yang satu kali, dua kali nerima, intinya tidak nentu. Tapi beras yang diterima tidak sama dengan desa yang lain,” tegasnya

Rohim berharap, pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus OTT tersebut.

“Agar masyarakat bisa kembali mempercayai kepolisian, segera tetapkan tersangka kasus OTT ini, tujuh tahun kami menunggu kepastian,” jelas Rohim, saat dimintai keterangan.

Bahkan Menurutnya, barang bukti berupa mobil pickup yang dibawa ke Mapolres Pamekasan sudah tidak ada.

“Termasuk mobil yang dijadikan BB sepertinya sudah tidak ada,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan saat dikonfirmasi menyatakan belum mengetahui adanya kasus tangkap tangan tersebut. “Wa’alaikumsalaam wr.wb. Saya blm tahu ada kasus ini” pungkas AKP Eka Purnama kepada awak media.

Sekedar diketahui bahwa kasus Operasi Tangkap Tangan ini dimungkinkan akan terus bergulir dan disorot oleh sejumlah kalangan hingga muncul tersangka.(Ky/Red)