TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Semangat Juang Hidup Pasien Ginjal Kronis Dalam Memperjuangkan Ekonomi Keluarga Dan Saat Melakukan Cuci Darah

Avatar


Jatim Aktual, Banyumas – Darsono pasien ginjal kronis (PGK) yang harus menjalani terapi hemodialisa cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, Jawa Tengah.

Aktivitas sehari-hari pria lajang berusia 38 tahun, pengrajin sapu ijuk “terpaksa” digeluti sepuluh tahun terakhir ini, tepatnya sejak dirinya divonis gagal ginjal.

Divonis penyakit kronis dan harus menjalani cuci darah seumur hidup di usia muda, membuatnya harus mengubur dalam-dalam impian utama dalam hidupnya, yaitu membahagiakan dan meningkatkan taraf hidup orang tuanya.

Meski demikian, memproduksi sapu ijuk harus tetap dijalani dengan semangat karena dengan tetap aktif dan berproduktif setidaknya tidak menjadi beban orang tua.

Hidup bersama di rumah dengan kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, membuat Darsono harus selalu produktif karena menjadi tulang punggung keluarga.

Keluhan demi keluhan akibat penyakit ginjal yang selalu datang seakan diabaikan olehnya bukan hanya karena ingin terlihat baik-baik saja, namun ia lebih memikirkan beratnya biaya pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.

Pendapatan dari hasil memprodusi sapu memang tidaklah besar, tidak sebanding dengan proses perjuangannya, demi bisa membantu orang tua dan biaya rutin ke rumah sakit, Darsono tetap semangat.

Harapan saat ini sederhana, Darsono hanya ingin di tengah kondisi kesehatan yang mengharuskan cuci darah seumur hidup, namun ia tetap sehat, aktif dan produktif agar bisa terus mewujudkan impiannya, membahagiakan orang tua walau dengan keterbatasan kondisi kesehatan nya. Baginya, gagal ginjal bukan berarti gagal hidup. (red)

Penulis: RedaksiEditor: Wahyu