PGI Dukung Langkah Pewarna di Program NTRJ

Avatar

Sabtu, 23 April 2022 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim Aktual, Jakarta – Cuaca hujan cukup lebat melanda ibukota Jakarta menambah kesejukan tersendiri saat Pimpinan Pusat Pewarna Indonesia berkunjung ke kantor PGI di jalan Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat Kamis 21 Maret 2022.

Kunjungan Pewarna yang dikomandani langsung ketua umum pewarna Yusuf Mujiono disambut hangat Ketum PGI Pdt Gomar Gultom di lantai dua gedung PGI. Dalam pertemuan tersebut Yusuf Mujiono selaku Ketum Pewarna menyampaikan tentang kegiatan Pewarna Indonesia baru-baru ini, yaitu Diskusi lintas agama yg digelar di Masjid Istiqlak Jakarta serta Napak Tilas Rasul Jawa (NTRJ) yang sdh dilaksanakan dari tanggal 28 Maret hingga 3 April 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meresponi tersebut pdt Gomar, NTRJ ini adalah langkah yang baik untuk memgangkat kembali tentang kiprah penginjil bumi putera atau penginjil nusantara. Dengan NTRJ yang mengangkat sosok penginjil asli tersebut bisa mengangkat kembali percaya diri sebagai Kristen Indonesia ditengah maraknya kristen ala Amerika, Korea dan ke Yahudi Yahudian.

BACA JUGA :  MENUJU NTRJ, ROMO KEFAS: NAPAKTILAS RASUL JAWA ADALAH KONTRIBUSI NYATA PEWARNA MENJAGA KERAGAMAN DI BANGSA INI

Kedepan Pewarna Indonesia diharapkan bisa memunculkan kembali penginjil dari berbagai daerah nusantara misalnya Batak, Papua NTT, dan daerah lainnya.

Seperti di tanah Batak, yang menonjol Nomensen, terapu sebaliknya tokoh lokal seakan tersembunyi, juga di Papua, yang menonjol Otto dan Geissler. Padahal tokoh lokal juga diyakini banyak dalam penginjilan itu, seharusnya ikut diangkatlah, harapan pdt Gomar.

Selain Yusuf Mujiono ketum Pewarna hadir di kantor PGI, didampingi beberapa pengurus seoertu, Ronald Stevly Onybala selaku sekjen Pewarna, Ana Kezia, Christy, Rikardo Marbun, Maruap Sianturi, Joe Loing .

Dalam pertemuan tersebut serasa pertemuan keluarga, karena memang antara Yusuf dan Pdt. Gomar sudah termasuk sahabat lama, yang menambah kesejukan dalam suasana bincang-bincang.

Di kesempatan bincang tersebut pdt Gomar juga memberikan pandangan sebagai lanjutan apresiasinya tentang kegiatan NTRJ, yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak Nusantara. Menurut beliau (Gomar,red), Kristen di Indonesia ini sepertinya kurang percaya diri dengan bangsanya sendiri, kenapa tidak, kan ada bahasa kita selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam, tetapi, dalam setiap pembukaan ibadah, kenapa memakai kata shaloom,? Tanpa kita sadari, kita sudah terjajah secara imani. Terjajah oleh lembaga lembaga misi dari luar, ya, mungkin didukung karena mereka banyak uang. Kita harus akui, bahwa gereja-gereja dan yayasan-yayasan pekabaran Injil di Indonesia sekarang ini sudah menjadi bonekanya orang luar. Dan ini sesuatu yang bagus untuk diangkat oleh Media, tegas beliau.

BACA JUGA :  Hilary Brigita Lasut Apresiasi Langkah PEWARNA, Berani Berikan Penghargaan Kepada Figur Politisi

Lanjut dengan nada semangat, Pak Gomar menegaskan lagi, kalaupun mereka mempunyai kekayaan (misionaris luar,red), kita juga punya banyak kekayaan, cuman, kita yang menggadaikan kekayaan kita kepada negara-negara asing. Yang lebih berbahaya lagi menurutnya adalah, kita sekarang sangat tergantung kepada teologi baru yang lebih berakar kepada kejahudian. Dikit-dikit Israel, seolah-olah Israel itu menjadi skalanya. Sudah banyak gereja dan media-media Kristen yang ikut dalam arus itu.

“Kalau saya baca di media-media Kristen sekarang ini, banyak mengagungkan Israel. Karena iklan-iklannya lebih banyak travel biro ke Holyland. Ini juga tanpa disadari kawan kawan media sekarang ini, sedang menjadi alat dari sebuah aliran teologi baru yang disebut teologi tradisi. Menurut saya, ini sebuah warning juga buat kita semua”, tandasnya.

BACA JUGA :  H. Dian Kristiandi S.Sos Resmikan Makam Ibrahim Tunggul Wulung Acara Napak Tilas Pewarna Indonesia

Satu warning lagi dari Pdt Gomar, bahwa di Papua dan Minahasa sudah mulai berkibar bendera scientik, menurutnya sam, media juga harus ikut mendidik tentang hal itu, tutup Gomar.

Diakhir kesempatan Yusuf Meminta pihak PGI agar menyampaikan ke gereja gereja yg berbasis dgn suku Jawa agar memperkuat literasi tentang para tokoh tokoh penginjil jawa dgn membuatkan semacam gambar gambar penginjil serta karyanya di tempat tenpat gereja lokal atau pietilasan para penginjil tersebut.

Sehingga jemaat mudah mendapatkan informasi tentang sosok dan kiprah para penginjil tersebut. Dengan harapan menarik perhatian umat utk berkunjung dan memziarahi para penginjil asli anak negeri itu. (red)

Follow WhatsApp Channel jatimaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membaca Dukungan Kiai-Kiai NU terhadap Kiai Imaduddin Ustman al-Bantani dalam Polemik Nasab Ba‘alawi
Perwakilan Alumni SMANSA 88 Takziah Ke Rumah Bapak Sabbih di Sidoarjo
Pengajian Umum Isra Mi’raj di Masjid Nurul Hidayah Tamberu Daya, Momentum Perkuat Ukhuwah Wathaniyah
Potret Momen Bersejarah
Rendah Hati: Wujud Keagungan Akhlak
Risalah Ringkas Tapi Padat Membahas Pokok-Pokok Akidah Tauhid Ahlus Sunnah wal Jamā‘ah
Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Kayuputih, Warisan Kyai Raden Mas Su’ud dan Mimpi Global Keturunannya
Sebagai Simbol keimanan dan Ekologis, Anak Muda Lereng Raung Banyuwangi Peringati Haul Gus Dur Lewat Sedekah Bibit Buah di Tiga Rumah Ibadah

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:18

Membaca Dukungan Kiai-Kiai NU terhadap Kiai Imaduddin Ustman al-Bantani dalam Polemik Nasab Ba‘alawi

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:55

Perwakilan Alumni SMANSA 88 Takziah Ke Rumah Bapak Sabbih di Sidoarjo

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:54

Pengajian Umum Isra Mi’raj di Masjid Nurul Hidayah Tamberu Daya, Momentum Perkuat Ukhuwah Wathaniyah

Selasa, 20 Januari 2026 - 05:34

Potret Momen Bersejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:58

Rendah Hati: Wujud Keagungan Akhlak

Berita Terbaru