Angga Kurniawan Sebut Oknum PMII yang Melakukan Penganiayaan Telah Mencabik Marwah HMI

Avatar

Jatim Aktual, Sumenep – Angga Kurniawan selaku kuasa hukum keempat aktivis HMI Cabang Sumenep Komisariat Paramadina yang menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penganiayaan sejumlah aktivis organisa ekstra kampus, yang belakangan merupakan oknum aktivis PMII hari ini, Sabtu (17/09) ikut mendampingi para korban untuk merampungkan BAP Pelapor dan BAP saksi.

“Saya selaku kuasa hukum dari Keempat korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan datang mendampingi klien saya untuk merampungkan BAP pelapor dan BAP saksi. Alhamdulillah, berjalan dengan lancar,” ucapnya kepada SerikatNews.com.

BACA JUGA :  Sosialisasi Promosi Kesehatan ke 27 Kabupaten/ Kota Penting Dilakukan Konsisten

Advokat jebolan Universitas Brawijaya Malang itu juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Sumenep, yang telah bergerak cepat memproses kasus dugaan pengoroyokan dan penganiayaan terhadap aktivis HMI.

“Pertama, saya sangat mengapresiasi atas kinerja Polres Sumenep, yang telah bergerak cepat dalam memproses kasus ini. Karena menurut Angga, kasus ini sudah viral di kalangan aktifis seluruh Indonesia, di mana HMI merupakan organisasi terbesar yang ada di Indonesia,” imbunya.

BACA JUGA :  Kenalkan HMI Dengan Cara Berbeda, HMI Lancaran Bagikan Selembaran

Angga, sapaan akrabnya menilai, bahwa kedatangan oknum aktivis PMII, yang jumlahnya kurang lebih 50 orang ke sekretariat Komisariat HMI Paramadina, yang kemudian berujung terjadinya peristiwa memilukan dan memalukan berupa dugaan penganiayaan terhadap keempat aktivis HMI telah mencabik-cabik kehormatan dan marwah HMI sebagai institusi.

BACA JUGA :  Polres Kendal Raih Penghargaan Kategori (A) Pelayanan Prima PAN-RB

“Jadi, saya selaku kuasa hukum korban meminta agar para pelaku diproses hukum yang se-berat beratnya, agar di belakang hari tidak terjadi lagi aksi premanisme yang sangat memalukan ini. Karena sebenarnya kita semua kaum intelektual, yang seharusnya berlomba-lomba dalam menjunjung tinggi nilai-nilai intelektualisme bukan premanisme. Saya akan terus mengawal kasus ini sampe tuntas dan memastikan pelaku pengeroyokan dihukum se-berat-beratnya,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad FairusEditor: Jatim Aktual