Aktivis Mahasiswa Kecam Pungli Jutaan Rupiah Oleh Oknum LSM Forsuba Kepada Rakyat Pakel

Avatar

Jatim Aktual, Banyuwangi -Setelah Pada 11 Juni 2022 lalu Jaringan Mahasiswa Untuk Kesejahteraan Rakyat (JAM KESRA) menghimbau Masyarakat Desa Pakel Kecamatan Licin Banyuwangi agar tidak terprovokasi LSM yang selama ini menjadi biang penghambat penyelesaian konflik antara Masyarakat Desa Pakel dan PT. Bumi Sari perihal status Tanah pengelolaan, Hal ini berkaitan dengan saling klaim hak pengelolaan atas Tanah, dalam menyelesaikan konflik agraria antara riwayat Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan dan riwayat penguasaan fisik yang dimiliki masyarakat.

 

Terbaru kini Ketua JAM KESRA menyayangkan Adanya Praktik Pungutan Liar (PUNGLI) yang diduga Dilakukan oleh oknum LSM Forum Suara Blambangan (Forsuba) kepada Warga Pakel dengan menjanjikan sebagai saham atas status kawasan lahan yang akan disertifikasi oleh BPN

BACA JUGA :  Mahasiswa Rustida Senam Pagi Bersama Lansia di UPT PSTW Banyuwangi

 

“yah sekali lagi ini adalah bukti bahwa keberadaan LSM di desa Pakel hanya untuk mengambil keuntungan Pribadi saja, selain menjadi provokator dan biang kerugian besar PT. Bumi sari serta menghambat musyawarah perusahaan dengan Masyarakat kini mereka terbukti menarik Uang iuran dengan jumlah lumayan besar untuk kalangan masyarakat Desa Pakel” ucap Andre Kurniawan Kepada awak Media

 

Ketika Awak wartawan menanyakan kepada Aktivis Mahasiswa yang telah berpengalaman dalam berbagai organisasi itu apakah memegang Bukti adanya Pungli yang dimaksud dari LSM Forsuba Kepada Masyarakat Pakel dia kemudian mengeluarkan secarik kertas Kuitansi

BACA JUGA :  Hak Imunitas Anggota DPRD Kabupaten atau Kota dalam Perspektif Peraturan Perundang-undangan

 

“Ini temuan Lapangan Kami yakni Kuitansi penyerahan sejumlah uang nominal 7.150.000.00 (Tujuh Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) atas nama Wulan Tri Cahyanti kepada Oknum Forsuba Bernama Bambang. S yang bertanda tangan di bawahnya, jelas ini merupakan pungutan liar dari LSM yang merugikan rakyat dengan menjanjikan Turunnya Sertifikat Hak Milik kepada masyarakat dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banyuwangi, ini baru temuan satu kasus bayangkan jika ada puluhan masyarakat Pakel yang dipungut Nominal uang yang sama 7 juta rupiah maka berapa keuntungan oknum LSM Forsuba itu dengan mencuri uang rakyat” tegasnya

BACA JUGA :  Merugikan Petani Dan Merugikan Nelayan, Aktivis Muda AMPD Kecam Wacana Perpanjangan Izin BSI

 

Saat Berita Dirilis Kami belum mendapat Konfirmasi dari Kepala BPN Banyuwangi bapak Budiono apakah betul adanya Janji Penyerahan SHM kepada masyarakat seperti yang dijanjikan oleh LSM Forsuba Kepada masyarakat Desa Pakel sementara Belum pernah dilakukan Pengukuran batas-batas kepemilikan Lahan sebelumnya dari sekian banyak klaim masyarakat apalagi Perusahaan PT. Bumi Sari juga masih memiliki sertifikat HGU atas lahan seluas 1.189,810 Hektar yang ada di empat afdeling hingga tahun 2034 nanti