Puluhan Mahasiswa Sumbar Protes UU Cipta Kerja

Avatar

Jatim aktual , Sumbar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumatera Barat, dan perwakilan buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar.(16/6/2022).

Aksi puluhan mahasiswa itu juga diikuti puluhan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumbar. Mereka menuntut kesejahteraan buruh yang saat ini masih budak di negeri sendiri.

Sudah puluhan tahun negara kita merdeka, tapi hingga saat ini belum merasakan merdeka, masih jadi budak di negeri sendiri.

BACA JUGA :  LPPM UPN Veteran Jatim Lakukan Kunjungan Monitoring Program KKNT MBKM di Blitar

Kendati bagian masyarakat Indonesia, ia berpendapat perlakuan terhadap kaum buruh masih semena-mena. Maka itu, mereka menuntut Pemprov Sumbar harus memberikan kepastian kesejahteraan terhadap buruh.

Korpus BEM SB, Irwandi mengungkapkan ada dua tuntutan dalam aksi ini. Pertama, menolak revisi Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP). Kedua, menolak UU Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan kaum buruh.

BACA JUGA :  Lima Petak Bangunan di Padang Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

UU Omnibuslaw Cipta Kerja bukan hanya berdampak pada buruh, tapi juga bagi semua pekerja, baik THR, tunjangan, bahkan jangka kontrak kerja.

Dipertegas lagi oleh perwakilan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang, Yodra, menyatakan aksi protes terhadap UU Cipta Kerja Omnibuslaw yang terlalu dipaksakan. Ia berpendapat, UU Cipta Kerja banyak merugikan pekerja, terutama kaum buruh.

BACA JUGA :  Imam Pesuwaryantoro Mahasiswa UT Jadi ChangeMakers dan Mendunia dengan Olahan Sampah

UU Cipta Kerja Omnibuslaw cacat hukum, anehnya lucu, dan ngeyel. Buruh dijadikan budak di negeri sendiri.

Aksi unjuk rasa serupa bukan hanya terjadi di Sumbar, tapi juga dilakukan serentak di sejumlah kota besar lainnya. Misalnya di Bandung, Medan, Aceh, Makassar, Semarang, Surabaya.(Lola***)

Editor: Raras