Gerakan Santri Madura Kepanasan, AUMA dan Ribuan Warga Madura Dukung Terselenggaranya Safari Dakwah UAS

Editor JA

Jatim Aktual, Pamekasan – Usai Ustadz Abdul Somad (UAS) dinyatakan dideportasi oleh Pemerintah Singapura, banyak kalangan yang merasa tidak terima, salah satunya Pemerintah Republik Indonesia. Minggu, 22/5/22.

Sejak beredarnya kabar terkait UAS dideportase oleh Pemerintah Singapura, banyak kontroversi yang bermunculan di kancah nasional.

Salah satunya pernyataan Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi Shihab atau Husin Shihab yang dinilai membuat kegaduhan dengan beberapa pernyataannya.

Tak hanya itu, Husin Shihab, juga salah satu dari bagian yang mempelopori Gerakan Santri Madura, menolak kedatangan Ustadz kondang asal Pekan Baru, Riau tersebut.

Namun dibalik panolakan Husin Shihab, ternyata ada puluhan ribu warga Madura yang mendukung pelaksanaan tabligh akbar Ustad Abdul Shomad.

Hal itu dibuktikan dengan rangkaian kegiatan safari dakwah UAS di Madura yang disambut puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Madura.

BACA JUGA :  Cegah PMK, Kapolres Pamekasan Pantau Pos Check Point Pengawasan Penyekatan PMK di Pasar Keppo

Salah satunya di Al-Amien Prenduan. Kedatangan Pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini, disambut Ribuan santri dan alumni serta masyarakat umum untuk mengikuti pengajiannya.

Keesokan harinya, di PP. Mauidzul Amin Bunangkah Tengah, Kediaman H. Shalehuddin, PP. Al-Hamidy Banyuanyar, juga disambut puluhan ribu masyarakat Madura.

Hal itu sebagai bentuk dukungan bahwa Ustadz Abdul Somad tidak mendapat penolakan di Madura.

Dan menanggapi pernyataan serta poster yang beredar tentang penolakan UAS di Madura oleh Gerakan Santri Nusantara, kali ini Aliansi Ulama Madura (Aliansi Ulama Madura) juga ikut menyuarakan pernyataan.

Dalam safari dakwah di Madura, UAS dapat dukungan dari para habaib dan AUMA (Aliansi Ulama Madura), hal itu dibuktikan dengan pembacaan 6 pointer pernyataan dukungan yang dibacakan oleh KH. Kholil Muhammad Nungsari Pamekasan, di Pondok Pesantren Al Ihsan Jrengoan Sampang Madura.

BACA JUGA :  Wagub Jabar Berkemah di Pangandaran Tunjang Ekonomi Lokal

Beliau adalah salah satu ulama’ ASWAJA di Indonesia yang dakwahnya banyak diminati oleh umat Islam dan masyarakat luas.

Bahkan seluruh instansi dan media di Indonesia menampilkan UAS sebagai salah satu penceramah yang dihormati, dan isi ceramahnya dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

Maka kami Habaib-Ulama dan tokoh Madura perlu menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

1. Sangat menyayangkan adanya insiden pencekalan tersebut, karena dapat menimbulkan rasa ketidak adilan di hati warga Indonesia, dan selama ini, warga negara Singapura sangat bebas untuk keluar masuk Indonesia.

2. Sikap pemerintah Singapura tersebut sangat menyinggung kehormatan ulama’ dan Negara Republik Indonesia serta mengganggu kewibawaan bangsa dalam hubungan internasional.
Sikap resmi pemerintah Singapura yang disampaikan oleh Ministry of Home Affair tentang alasan Singapura melakukan pencekalan kepada UAS sangat menggambarkan sikap Islamophobia Negara Singapura, yang mana hal tersebut telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang combating Islamophobia yang telah ditetapkan tanggal 15 Maret 2022.

BACA JUGA :  Delapan Kelompok Penghayat Kepercayaan Di Kebumen Dalam Naungan MLKI

3. Meminta kepada pemerintah RI Cq menteri Luar Negeri, sebagai Negara berdaulat, agar pro aktif menjaga warga negaranya, tak terkecuali UAS sebagai Ulama’ aset bangsa.

4. Meminta kepada pemerintah RI Cq menteri Luar Negeri untuk melakukan protes kepada pemerintah Singapura atas perlakuannya terhadap warga negara Indonesia (UAS), hal mana beliau tidak pernah terlibat permasalahan hukum, baik di dalam maupun di luar negeri.

Demikian dari kami semoga secepatya mendapat tanggapan dari pihak terkait.