Air Terjun Tirto Kemanten Seperti Rumah Tak Bertuan

Avatar

Jatim Aktual, Banyuwangi – Banyuwangi dikenal dengan kota yang kaya akan tempat wisata yang tersebar di 25 kecamatan yang ada, terutama wisata alamnya, seperti: Gunung, pantai, terjun, dan banyak lagi yang lainnya.
Sabtu, 17/5/22.

Kecamatan Kalibaru dikenal memiliki objek wisata Air Terjun, yaitu berada di desa Kalibaru wetan dusun Wonorejo dan dikenal dengan sebutan Terjun Tirto kemanten atau menurut masyarakat sekitar disebut sebagai terjun Wonorejo.

Wisata ini bisa diakses melalui dua jalur, yang pertama melalui jalan pasar Kalibaru wetan hingga melewati perkebunan Kakau dan tebu dengan perkiraan jarak 4km ke arah Utara hingga sampai di lokasi, namun sepanjang jalan pertama ini kondisinya rusak, penuh dengan bebatuan dan juga tanah liat. Untuk jalur yang kedua, terjun Tirto kemanten juga bisa di akses melewati jalur Kalibaru manis dan kalibaru kulon yang mana akan satu tujuan melewati desa Banyuanyar, berbeda dengan yang pertama jalan di jalur ini masih bagus beraspal hingga perbatasan dengan Wonorejo. Tapi tenang, meskipun jalan kembali rusak dari perbatasan tersebut sudah tinggal 200 meter lagi kita bisa sampai di Terjun Wonorejo/Tirto kemanten tersebut.

BACA JUGA :  Kritik Keras Fattah Jasin, Dear Jatim ; Kesalahan Pemaknaan Yang Sangat Fatal

Terjun ini tergolong sangat tinggi untuk di wilayah Banyuwangi, alami murni ciptaan tuhan, udara terasa sejuk, airnya mengalir segar, serta masih banyak hewan di sekitar terjun tersebut seperti burung-burung dan juga monyet bergelantungan.

Namun sayang, tempat ini sudah lama tak lagi dikelola seperti sewaktu masih jalur masuknya berada disebelah Utara. Kini terjun ini seperti rumah tak bertuan, tak ada yang merawatnya, justru terdapat potongan-potongan kayu yang di gergaji.

BACA JUGA :  Ngantuk Berakibat Vatal, Ditlantas Polda Banten Evakuasi Korban Kecelakaan Mobil

“Terjun ini sudah lama gak di urus, sudah 2 tahunan” ucap salah satu warga yang sedang mencari kayu bakar.

Dengan potensi yang masih sangat besar, semoga tempat ini kembali terurus oleh masyarakat ataupun pemerintah daerah yang memiliki wewenang mengurusnya. (Kholid/Red)

BACA JUGA :  Halal Bihalal yang Digelar FKMK Berlangsung Khidmat